Dua Caleg Ditangkap dan Masuk Bui, Anggota DPD Bali Prihatin

Gede Pasek Suardika (GPS), anggota DPD RI dari Bali. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Bali, Gede Pasek Suardika (GPS) menyatakan prihatin atas penangkapan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali Anak Agung Alit Wira Putra terkait penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Pelindo Benoa.

“Saya mendukung cara polisi untuk menegakkan aturan hukum, yang penting tetap profesional. Tetapi ini kesannya sudah dua caleg DPR RI tertangkap. Sebagai sesama caleg DPR RI, ‘nggak enak juga ngeliatnya, prihatin juga,” kata Pasek Suardika kepada awak media di sela-sela menghadiri Pembukaan Musrenbang Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2020, di Denpasar, Kamis (11/4/2019).

Untuk diketaui, Anak Agung Alit Wira Putra selain menjabat Ketua Kadin Bali, ia juga calon legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Gerindra. Sebelumnya Polda Bali juga menangkap caleg DPR RI dari Partai Golkar, Ketut Sudikerta  karena diduga terlibat kasus penipuan dan pencucian uang.

Pasek berharap agar pihak kepolisian dapat bekerja profesional untuk mengungkap kasus yang menimpa Alit Wira Putra sesuai dengan standar-standar hukum yang ada.

“Hanya karena masanya sekarang masa politik dan menjelang pencoblosan, tetap ada ‘rasa’ nuansa politik. Tetapi saya yakin itu sesungguhnya tidak. Mungkin prosesnya sudah lama, sehingga setelah alat bukti lengkap baru kemudian diangkat dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kita hormati saja proses hukumnya,” ujar Pasek yang juga maju menjadi caleg DPR RI dari Partai hanura.

Di sisi lain, terkait dengan desakan dari Walhi Bali yang sebelumnya meminta keterbukaan informasi soal perizinan pelebaran kawasan Pelabuhan Benoa, bahkan sampai melalui sidang sengketa informasi di Komisi Informasi Provinsi Bali, Pasek menyarankan agar pihak Pelindo III Cabang Benoa dapat membuka informasi yang dibutuhkan.

BACA JUGA:  Gatriwara Klungkung Peduli Kasih,Bagi-Bagi Sembako

“Kalau memang tidak ada salah dan sesuai prosedur kan tidak ada masalah. Daripada ribut gugat-menggugat, buka saja ke publik karena sudah ada aturan keterbukaan informasi. Pelindo tidak kebal hukum juga, apalagi menyangkut wilayah lingkungan di Bali,” sarannya.

Menurut mantan politisi Partai Demokrat yang juga mantan Ketua Komisi III DPR RI ini, Pelindo seharusnya bisa membuka proses izin proyek tersebut karena sesungguhnya itu bukan data pribadi yang harus ditutup-tutupi.

Seperti diketahui, Anak Agung Alit Wira Putra sebelumnya ditangkap jajaran Ditreskrimum Polda Bali di Hotel B, Kuningan, Jakarta, Kamis (11/4) pagi, terkait dugaan kasus penipuan pengurusan izin pelebaran kawasan Pelabuhan Pelindo Benoa, Bali. Setelah ditangkap, tersangka diterbangkan dari Jakarta menuju Pulau Dewata pada pukul 07.30 WIB. (agw)