Polda Bali Tolak Permohonan Penangguhan Penahanan Mantan Wagub Sudikerta

Ketut Sudikerta (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Bali menolak permohonan penangguhan penahanan kepada tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan, mantan Wakil Gubernur (Wagub) I Ketut Sudikerta yang diajukan kuasa hukumnya, I Wayan Sumardika.

“Ndak, saya tidak izinkan,” tegas Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho saat dikonfirmasi wartawan, Senin (8/4/2019).

Kombes Nugroho tidak menjelaskan alasan penolakan penangguhan terhadap mantan Wakil Gubernur Bali tersebut. Perwira tiga melati di pundak ini hanya menyampaikan pihaknya masih fokus mengusut aliran dana dan aset dari kasus penipuan jual beli tanah sekaligus tindak pidana pencucian uang yang dilaporkan pemilik PT Maspion Grup Surabaya, Alim Markus dengan kerugian Rp150 miliar.

Pengacara Sudikerta, I Wayan Sumardika ketika dihubungi terpisah membenarkan bahwa pihaknya mengajukan penangguhan penahanan ke Ditreskrimsus Polda Bali.

Wayan yang ditunjuk sebagai pengacara Ketut Sudikerta sejak, Jumat (5/4/2019) menggantikan Togar Situmorang ini menyatakan alasan permohonan penangguhan penahanan lantaran kondisi kesehatan kliennya menurun.

“Tadi pagi surat permohonan penangguhan kami ajukan. Pertimbangannya karena kondisi kesehatan klien kami,” ucapnya.

Sementara itu, Sudikerta yang baru empat hari meringkuk di Rutan Mapolda Bali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali di Jalan Trijata, Denpasar. Kendati demikian, mantan Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut tidak lama berada di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, Sudikerta kembali dibawa ke tahanan.

“Iya dia tidak enak badan, tekanan darah tinggi. Setelah diperiksa dibawa kembali ke tahanan,” ucap Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja.

Diberitakan sebelumnya, pasca menjalani pemeriksaan di ruang Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Bali selama kurang lebih 4 jam, I Ketut Sudikerta langsung dijebloskan ke sel Rutan Mapolda Bali, Kamis (4/4/2019) malam.

BACA JUGA:  Congkel Jendela, Perampok Bawa Kabur Kotak Uang Milik Toko Roti

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho angkat bicara terkait penahanan terhadap Ketut Sudikerta. Menurutnya, penahanan dilakukan guna mempermudah penyidikan karena selama ini tersangka dianggap kurang kooperatif.

“Tersangka sudah beberapa kali mangkir, jadi agak mempersulit proses penyidikan. Dengan dilakukan penahanan, supaya nantinya proses berkas perkaranya cepat,” ungkapnya.

Selain enggan dipanggil guna diperiksa, Sudikerta juga gemar berkelit dengan tidak mau mengakui perbuatannya. Kendati demikian terang Kombes Nugroho, alat bukti yang diamankan termasuk aset berupa tanah sudah cukup untuk menjebloskan Sudikerta ke dalam penjara.

Dijelaskan lebih lanjut, dalam kasus dugaan penipuan yang dilakukan mantan wakil Gubernur Bali terhadap PT. Maspion itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 29 saksi. Mereka yang diperiksa adalah para pihak yang mengetahui proses transaksi jual beli tanah sampai yang terindikasi menerima aliran dana.

“Selain Sudikerta, tiga orang lain yang telah dijadikan tersangka yaitu I Wayan Wakil (51), AA Ngurah Agung (68) dan Ida Bagus Herry Trisna Yuda (49),” terang Dirkrimsus.

Ketiga tersangka juga disebut memiliki peran masing-masing. AA Agung Ngurah Agung bertugas untuk meyakinkan warga menjual tanah. Sedangkan Herry Trisna Yuda yang tidak lain merupakan adik ipar dari Ketut Sudikerta berperan menerima transfer dana dari PT. Maspion.

“Anak Agung Ngurah Agung berperan aktif meyakinkan proses jual beli sedangkan Wayan Wakil bertugas memalsukan sertifikat. Karena peran aktif tersebut, mereka ditetapkan sebagai tersangka, di samping adanya dugaan mereka tidak menyerahkan uang hasil jual beli tanah kepada pihak yang berhak,” beber Kombes Nugroho. (agw)