Wapres JK: Hasil Pemilu Tidak Penting, Yang Penting Hasil Kongkretnya

Wapres Jusuf Kalla (kiri) saat menerima Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (tengah) dan Panitia Dharma Santi. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa hasil dari Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang tidaklah penting. Yang penting menurut dia adalah hasil kongkret untuk bangsa.

“Pemilu hasilnya tidak penting yang penting (hasilnya) untuk bangsa,” tandas Wapres JK saat memberikan sambutan pada acara Dharma Santi Tingkat Nasional bertema ‘Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019’ di Panggung Terbuka Ardha Chandra Taman Budaya, Art Center Denpasar, Bali, Sabtu (6/4/2019) malam.

JK juga menjelaskan, bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) juga merupakan evaluasi Pemerintah yang dilakukan selama lima tahun berjalan.

“Kita mengevaluasi, apa yang kita lakukan selama lima tahun. Bagi pemimpin tentu harus dievaluasi. Apabila benar maka dilanjutkan, apabila tidak benar tentu diperbaiki dan dievaluasi kembali,” ujarnya.

Terkait dengan pelaksanaan Pemilu mendatang. Wapres JK berharap agar semua masyarakat yang punya hak pilih berpartisipasi. “Karena sebagai bangsa, kita mempunyai tujuan yang sama, yaitu bagaimana bangsa ini bisa makmur dan adil,” kata dia.

Catur Brata Penyepian

Pada bagian lain Wapres JK juga mengatakan bahwa setiap manusia tentunya penuh dengan kebaikan dan kesalahan. Maka dalam seremonial acara ini (Dharma Santi) adalah untuk mengevaluasi diri masing-masing.

“Kita sebagai manusia biasa, tentu penuh dengan kebaikan dan kesalahan. Karena itulah sangat benar bahwa setiap tahun kita harus mengevaluasi diri. Kemudian mensucikan diri. Karena, tanpa mensucikan diri tentu kekurangan-kekurangan dari kesalahan yang kita buat akan berubah sebaik-baiknya,” kata JK.

JK juga berterima kasih, karena bisa hadir di Bali dan mengikuti acara Dharma Santi Tingkat Nasional. Karena menurutnya, Bali merupakan tempat agama dan budaya yang dilaksanakan sebaik-baiknya.

BACA JUGA:  Pasien Positif Covid-19 di Bali Bertambah 49 Orang, Sembuh 50, Meninggal 4

.JK juga memberikan penghargaan kepada masyarakat Hindu Bali yang telah melaksanakan Catur Brata Penyepian, yaitu empat pantangan yang harus dilaksanakan umat Hindu di Bali saat Hari Nyepi, meliputi Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak bersanang-senangn atau menghibur diri), (agw)