Pemkot Denpasar Didorong Buat Perda Pemajuan Kebudayaan

diskusi bersama kelompok ahli. (foto : ist)

Beritabalionline.com –  Pemerintah Kota Denpasar didorong untuk segera membuat peraturan daerah (perda) terkait dengan pemajuan kebudayaan. Sebab, pengakuan kota berwawasan budaya yang diberikan Unesco tenggang waktunya cukup lama.

Hal itu mengharuskan pemajuan kebudayaan di Kota Denpasar segera dinaungi dengan perda yang nantinya mengatur tatanan budaya Kota Denpasar, kata pengamat budaya Kota Denpasar yang juga Guru Besar Arsitektur Fakultas Teknik Unun  Prof Putu Rumawan Salain.

Hal itu terungkap dalam acara diskusi bersama kelompok ahli yang dihadiri Kabid Inovasi dan Teknologi Badan Penelitian dan Pengembangan Luh Gede Minisri di Balitbang, di Denpasar, Jumat (5/4/2019). Ia mengatakan, pembentukan perda tersebut sejalan dengan UU No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mengatur khusus tentang kebudayaan Kota Denpasar.

Perda tersebut nantinya akan mentransformasi Kota Denpasar dari kota berwawasan budaya menjadi kota budaya. Untuk itu, imbuh Rumawan, perlu terus disiapkan monumen-menumen maya dalam mendukung terwujudnya kota budaya. Salah satunya membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, bahagia dan sejahtera.

Setelah terbentuknya perda tersebut Rumawan juga menginginkan adanya kerangka kerja yang jelas sebagai kota budaya yang tercantum dalam buku panduan. “Kami mendorong adanya perda tersebut agar jelas kedepannya dalam mewujudkan Denpasar kota budaya,” ujarnya.

Sementara I Wayan Wayan Geriya mengatakan, selama ini Kota Denpasar telah menjadi kota kreatif, kota pusaka, kota cerdas serta sebagai industri berbasis budaya. Untuk itu, sangat diperlukan adanya perda pemajuan budaya untuk mengaturnya. Bahkan ditingkat nasional akan dilaksanakan survei oleh beberapa kementerian untuk mengukur indek kemajuan budaya.

“Saya kira Kota Denpasar telah melaksanakan semua indikator survei untuk indeks kemajuan budaya. Sekarang bagaimana untuk menjaga dan melindungi pemajuan kebudayaan yang ada di Kota Denpasar,” kata dia.

BACA JUGA:  Bengkel Sepeda Motor Ludes Diamuk Si Jago Merah

Survei kebudayaan tersebut oleh beberapa kementerian akan dilaksanakan pada bulan ini (April 2019) dengan menitik beratkan pada perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan kebudayaan, demikian Wayan Geriya. (tra)