Anggota Kodim Jembrana Jalani Tes Urine dan Diberi Arahan P4GN

Personel Kodim Jembrana jalani tes urine disela kegiatan P4GN (foto : ist)
Beritabalionline.com – Prajurit TNI AD harus bebas dari penyalahgunaan narkotika. Hal itu terungkap saat Kodim 1617/Jembrana melakukan tes urine terhadap anggotanya disela kegiatan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).
“Kegiatan P4GN ini secara rutin dilaksanakan staf Intel Kodim 1617/Jembrana dengan tujuan mencegah peredaran gelap narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana,” ucap Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok di Aula Makodim 1617/Jembrana, Jumat (5/4/2019).
Tes urine serta P4GN ini jelas Dandim sebagai bagian untuk mencegah keterlibatan Keluarga Besar TNI dalam masalah narkoba, terlebih menjelang Pileg dan Pilpres 2019. Sehingga, ditekankan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AD serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) beserta keluarganya agar memiliki daya tangkal terhadap bahaya peredaran narkoba di sekitar lingkungannya.
“Komitmen TNI khususnya Kodim 1617/ Jembrana sudah jelas dan tegas, yaitu menyatakan perang terhadap narkoba. Hal ini menyikapi meningkatnya pengguna narkoba di wilayah Jembrana yang sudah diambang batas dan perlu mendapat penyuluhan tentang bahaya narkoba, di mana adanya potensi penyelundupan narkoba dari luar Bali,” ungkap Dandim.
Meningkatnya daya tangkal ini sambung Dandim, diharapkan mampu melemahkan sekaligus menumpas segala aktivitas jaringan sindikat peredaran gelap narkoba yang mencoba masuk dan merusak kehidupan masyarakat Jembrana.
Melalui kegiatan sosialisasi P4GN ini, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk menghindari, memerangi, dan memberantas narkoba secara bersama-sama melalui aksi nyata yang diawali dari diri pribadi, keluarga, dan satuan menuju Indonesia yang berbudaya, berkarakter, bermartabat, dan sejahtera.
Pjs. Pasi Intel Kodim Kapten Inf Nyoman Gde Andika menambahkan, sosialisasi P4GN yang diselenggarakan tiap triwulan ini dimaksudkan agar para prajurit dan PNS serta anggota Persit KCK mendapatkan pengetahuan dan mengetahui jenis serta golongan narkotika dan bahaya pengguanaannya, psikotropika dan zat adiktif (Napza) seperti, heroin, morfin, ganja, ekstasi dan jenis lainnya.
Pada acara tersebut juga disampaikan tentang ketentuan pidana dan pelanggaran hukum dalam kasus Narkoba, sesuai UU Nomor 35 Tahun 2015 tentang Narkotika, yang tercantum pada Pasal 112 ayat 1 yang berbunyi, “Setiap orang tanpa hak menyimpan, menguasai, atau menyediakan dapat dikenakan sanksi hukuman seumur hidup”.
“Dari hasil pemeriksaan tes urine oleh petugas Analis Laboratorium RSUD Negara yang dipimpin dr. Dedy Kusnawan bersama seorang stafnya, bersyukur dalam pemeriksaan urine tersebut tidak ditemukan indikasi keterlibatan prajurit, PNS maupun anggota Persit KCK dalam penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 1617/Jembrana,” kata Kapten Andika. (agw)
BACA JUGA:  Megawati Ingatkan Kader PDIP Gunakan Media Sosial untuk Sebar Kebaikan