Didampingi 2 Pengacara, Mantan Wagub Bali Jalani Pemeriksaan di Mapolda

Sudikerta (pegang kertas) saat diperiksa penyidik Dit Krimsus Polda Bali (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menangkap I Ketut Sudikerta, tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan. Mantan Wakil Gubernur Bali tersebut ditangkap petugas kepolisian di pintu 3 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
“Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Bali,” terang Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja, Kamis (4/4/2019).
Dikatakan, Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan dan/atau menggunakan surat/dokumen yang diduga palsu seolah-olah asli dan/atau pencucian uang.
“Hal tersebut sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP atau pasal 372 KUHP dan/atau pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau pasal 3 UU nomor 8 tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana pencucian uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar,” ucapnya.
Ketika ditanya apakah langsung dilakukan penahanan terhadap Ketut Sudikerta, Kabid Humas hanya memberi jawaban dengan mengatakan untuk perkembangan hasil pemeriksaan akan diinfokan lebih lanjut.
Sementara itu, Togar Situmorang yang sedari awal mendampingi Ketut Sudikerta sejak kasus tersebut bergulir tidak terlihat di Polda Bali. Sudikerta yang diperiksa oleh 4 orang penyidik hanya didampingi dua orang pengacara yang belum diketahui namanya.
Saat dikonfirmasi, Togar tidak memberi jawaban meski pesan melalui WhatsAppnya centang biru (pesan dibaca, red). Anehnya, Togar balik mengirim link berita media nasional berjudul “Kapolri Minta Tunda Proses Hukum Terhadap Calon yang Ditetapkan KPU”. Pun ketika ditanya maksud dari link berita yang dikirim, Togar juga tidak menjawab.
Sudikerta sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan Subdit II Direktorat Reskrimsus Polda Bali, Jumat (30/11/2018) silam.
Kendati demikian, mantan Ketua DPD Partai Golkar Bali tersebut belum pernah sekalipun diperiksa pasca ditetapkan sebagai tersangka. Dengan beragam alasan, Sudikerta kerap menghindar alias mangkir saat dipanggil oleh penyidik. (agw)
BACA JUGA:  Diduga Peras Cewek Michat, Oknum Polisi Dituntut Hukuman 3 Tahun Penjara