Kepala BKD Bali Sebut 48 Orang yang Ngaku Lulus Tes CPNS Ditipu Oknum Tak Bertanggung Jawab

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provisi Bali, I Ketut Lihadnyana. (foto : Antara)

Beritabalionline.com – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana menegaskan 48 orang yang mengaku telah lulus mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) menjai korban penipuan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Untuk diketahui, sebelumnya sebanyak 48 orang mendatangi kantor Badan Kepegawaian Pemprov Bali pada Senin (25/3/2019) lalu.  Mereka datang membawa surat yang menerangkan telah lulus tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Terkait dengan masalah 48 orang yang datang ke Kantor BKD dengan membawa surat pengantar, lengkap dengan atributnya, semuanya palsu dan mereka telah jadi korban penipuan,” kata Kepala BKD Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana, saat dikonfirmasi awak media di Kantor BKD Bali, Renon, Denpasar, Rabu (3/4/2019).

Sebenarnya, kata Lihadnyana, dengan kasus tersebut pihaknya merasa sangat dirugikan. Masalah ini sudah dikoordinasikan dengan kepolisian untuk ditindak.

“Pemprov Bali, khususnya BKD Provinsi Bali merasa di posisi yang dirugikan, karena menjadi korban atas kasus tersebut. Oleh karena itu, pada saat yang bersangkutan datang. Hari itu juga, kami berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan ini harus diusut tuntas,” pintanya.

Lihadnyana menjelaskan, puluhan orang yang mengaku lulus CPNS datang membawa berkas lengkap mulai dari surat, isian daftar hadir dan kartu tanda pengenal yang sudah dilengkapi Nomor Induk Pegawai (NIP).

Padahal, bagi peserta yang lulus CPNS, berkasnya sudah ada di Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan setelah disahkan baru diterbitkan nomor induk pegawai (NIP).

Salah satu bukti berkas yang dibawa palsu adalah tanda tangan kepala BKD yang dicurigai menggunakan scanner dan stampel digunakan berukuran kecil. Selain itu, para peserta juga mengaku tidak pernah mengikuti testing dan tidak mungkin peserta sudah mendapatkan NIP karena masih berproses di BKN.

BACA JUGA:  Model Seksi Messya Iskandar 'Ngamuk' Ketika Diminta Tes Urine saat Berada di Klub Malam Seminyak

“Itu tidak resmi, nemtek-nya sudah ada NIP-nya kok. NIP-nya masih berproses, yang kedua adalah stempelnya tidak cocok dengan stempel asli,” ungkapnya, seraya menyatakan kasus ini masih terus diselidiki pihak internal. Jika ditemukan keterlibatan orang dalam, maka yang bersangkutan akan ditindak sesuai ketentuan hukum dan aturan yabg berlaku, karena kasus ini sangat merugikan masyarakat. (agw)