Sukarelawan Se-Indonesia Deklarasikan “Relawan Bela Alam” di Bali

Deklarasi “Relawan Bela Alam” yang digelar BNPB. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Sebanyak 421 sukarelawan dari seluruh Indonesia mendeklarasikan “Relawan Bela Alam” di sela-sela kegiatan Dharma Relawan Adhiraja yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kabupetan Buleleng, Bali. Deklarasi diwujudkan dengan pembacaan janji yang diikuti oleh seluruh relawan.

“Kami relawan penanggulangan bencana Indonesia berikrar akan bela alam dengan segenap kemampuan kami, dengan berfokus upaya penyelamatan alam sehingga kejadian bencana dapat dihindarkan,” ujar Soma, perwakilan sukarelawan dari Jawa Barat saat memandu pembacaan ikrar, Kamis (28/3/2019) di Buleleng.

Deklarasi ini mendapat dukungan sepenuhnya dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo yang dikenal sangat dekat dengan upaya-upaya pelestarian alam. Dalam temu sukarelawan ini, Doni menyampaikan bahwa alam sangat penting dijaga sehingga nantinya alam menjaga manusia.

“Mayoritas bencana alam yang terjadi di Indonesia karena ulah manusia, oleh karenanya penting peran relawan dalam mitigasi bencana. Kita tidak mau bencana kembali terjadi, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” ucap Doni pada acara yang berlangsung di Lapangan Wisma Nangun Kerti, Buleleng tersebut.

Mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus ini menambahkan, sukarelawan merupakan mitra penting pemerintah, khususnya BNPB dan BPBD. Mereka dituntut untuk menjunjung tinggi prinsip sukarelawan, yaitu Panca Dharma. Prinsip ini mengikat para relawan bahwa mereka mandiri, profesional, solidaritas, sinergi dan akuntabel.

“Oleh karena itu, kapasitas sukarelawan menjadi perhatian BNPB untuk terus ditingkatkan, baik pendidikan dan keterampilan. Saya juga mengharapkan para relawan tidak hanya berperan pada saat tanggap darurat, tetapi pada saat pra dan pascabencana, seperti upaya menjaga dan memperbaiki lingkungan,” ucapnya.

Acara yang digelar BNPB ini berlangsung dari tanggal 26 – 27 maret 2019. Dharma Relawan Adhiraja sendiri memiliki makna “pengabdian relawan untuk ketangguhan bangsa”, baik dari sisi ketangguhan individu yang bersangkutan, maupun menangguhkan masyarakat.

BACA JUGA:  104 Kabupaten dan Kota Masuk Daftar Zona Hijau

Selama tiga hari sukarelawan dibekali ilmu pengetahuan terkait kesukarelawanan yaitu desk sukarelawan, sertifikasi sukarelawan, serta klaster sukarelawan. Selain itu juga diselenggarakan sesi sosialisasi program Ekspedisi Destana, Gerakan PRB, dan Hari Kesiapsiagaan Bencana. Pada acara tersebut, Kepala BNPB juga memberikan secara khusus piagam bagi sukarelawan PMI dan Baznas yang gugur dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Para sukarelawan yang hadir berasal dari organisasi seperti PMI, MDMC, LPBI NU, Forum PRB, Gerakan Pramuka, Sekretariat Relawan Jatim, Dompet Dhuafa, Baznas Tanggap Bencana, RAPI, Orari, Senkom Mitra Polri serta relawan dari berbagai wilayah seperti Jawa Timur, DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Aceh, Papua Barat, dan Bali sebagai tuan rumah. (agw)