Medsos Diminta Tidak Jadi Media Penyebar Kebencian Terutama saat Pemilu

Workshop diikuti para awak media dan netizen yang diselenggarakan Humas Polda Bali. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Pelaksanaan pemilu yang berlangsung serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang diharapkan berlangsung aman dan kondusif. Peran media massa serta media sosial (medsos) diharapkan mampu menyejukkan suasana yang belakangan sedikit memanas.
“Bila ditelaah, baik media massa maupun media sosial memiliki masing-masing dua faktor penentu. Faktor pertama sebagai pelaku, dan kedua sebagai alat atau sarana. Sehingga dalam pemilu nanti diharapkan mampu membawa kesejukan tersendiri,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja saat Bidang Humas Polda Bali melaksanakan workshop dengan peserta awak media dan netizen, Jumat (29/3/2019) di Denpasar.
Menurutnya, di era modern media sosial berperan penting dalam memberikan edukasi, sosialisasi, promosi dan wawasan global kepada masyarakat. Perkembangan medsos tidak boleh dianggap sebagai ancaman, sebaliknya dijadikan peluang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja.
“Bersandar pada perspektif tersebut, wajar apabila banyak program Polri yang mengacu pada optimalisasi peran media massa dan juga media sosial. Saya sebagai Kabid Humas mengarahkan jajaran agar selalu menjalin kerja sama serta bermitra dekat dengan awak media dan netizen jurnalis,” kata Kombes Hengky.
Sementara, Kepala Seksi Sumberdaya Komunikasi Publik, Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfos) Provinsi Bali, Ida Bagus Ketut Agung Ludra, selaku narasumber menyampaikan, perkembangan internet begitu masif di Indonesia.
Hal tersebut tentunya membuka peluang yang besar dan luar biasa, di antaranya bisa dijadikan sebagai ajang promosi baik pariwisata maupun usaha. Kendati demikian lanjutnya, media sosial selain berdampak positif, namun tidak sedikit yang menimbulkan dampak negatifnya.
“Masyarakat pengguna internet harus waspada karena jangan sampai terjerat hukum. Manfaatkan internet bukan untuk kepentingan politik, tapi untuk demokrasi dalam pemilu ini. Kami harapkan netizen bisa menyebarkan informasi untuk kesejahteraan masyarakat, bukan menyebar kebencian,” demikian Ludra. (agw)
BACA JUGA:  Buka Festival Ogoh-ogoh Mini, Wali Kota Apresiasi Karya Anak Muda