Bawa Peluru Aktif, Warga Meksiko Diamankan Petugas Bandara Ngurah Rai

Penumpang asal Meksiko yang kedapatan membawa peluru aktif di Bandara Ngurah Rai (foto : ist)

Beritabalionline.com – Petugas Aviation Security (Absec) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengamankan seorang penumpang bernama Jose Fabian Ibarra Valdez (32). Warga negara asing (WNA) asal Meksiko tersebut harus berurusan dengan petugas karena membawa peluru aktif.

“Penumpang tersebut kedapatan membawa 10 butir peluru aktif caliber 9 mm yang disimpan dalam sebuah koper. Tadi pagi sekitar pukul 07.50 Wita diamankan,” ucap General Manager PT. Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Haruman Sulaksono, Senin (25/3/2019) di Bandara Ngurah Rai, Tuban, Badung.

Haruman menerangkan, WNA yang diamankan merupakan penumpang maskapai penerbangan JetStar Asia dengan nomor penerbangan 3K-244 dengan rute Denpasar – Singapura. Sesuai dengan prosedur standar keamanan penerbangan, penumpang harus memasukkan koper yang dibawanya ke dalam mesin X-Ray nomor 2 yang terletak di pre-screening wing barat Terminal Keberangkatan Internasional.

Pada saat melewati mesin X-Ray, personel Aviation Security menemukan kejanggalan di dalam koper berwarna merah hati milik pelaku. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual secara mendetail terhadap koper bawaan penumpang berpaspor Meksiko tersebut.

Paspor milik pelaku. (foto : ist)

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan prohibited item (barang yang dilarang dalam penerbangan) berupa peluru aktif sejumlah 10 butir yang disimpan dalam sebuah kantong plastik bening. Selanjutnya, penumpang dibawa ke posko keamanan di lantai 3 Terminal Internasional untuk dimintai keterangan,” jelas Haruman.

Kepada petugas, penumpang pemegang paspor bernomor G31073719 ini menyatakan bahwa koper tersebut merupakan milik dari ayahnya. Ia juga mengaku tidak mengetahui bahwa terdapat peluru di dalam koper yang dia bawa.

“Yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan dokumen maupun surat izin untuk membawa peluru aktif. Personel Aviation Security kemudian berkoordinasi dengan pihak Custom dan Kepolisian Kawasan Udara Ngurah Rai untuk proses lebih lanjut,” kata Haruman.

BACA JUGA:  Bupati Bangli: Korpri Harus Mampu Jadi Pemersatu Bangsa

Dikatakan, sesuai regulasi penumpang yang membawa serta senjata api dan peluru aktif wajib melapor kepada petugas pengamanan bandar udara untuk selanjutnya disampaikan kepada petugas check-in counter untuk proses lebih lanjut. Selanjutnya, senjata api dan peluru aktif akan diperlakukan sebagai security item dan dangerous goods.

“Penumpang yang membawa barang tersebut juga diwajibkan untuk memperlihatkan surat izin penguasaan dan/atau kepemilikan senjata api dan/atau peluru yang dikeluarkan dari instansi yang berwenang. Penumpang yang membawa peluru aktif juga dibatasi, dengan hanya diizinkan untuk membawa maksimal 12 butir peluru per orang,” tegas Haruman. (agw)