Sopir Transportasi Online Jadi Korban Pengeroyokan di Bandara Ngurah Rai

Kericuhan antar sopir transportasi online dengan sopir taksi konvensional di Bandara Ngurah Rai. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kericuhan terjadi di areal Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Seorang sopir transportasi online bernama Edi Saputra (41) menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan beberapa orang sopir taksi.

“Korban ditarik oleh beberapa orang tak dikenal yang diduga sopir taksi. Bahkan salah satunya memiting leher korban,” terang sumber di seputaran Bandara Ngurah Rai saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (19/3/2019).

Akibat kejadian tersebut, sopir online yang tinggal di Jalan Tukad Badung XII nomor 7 Lingkungan Kelod, Renon, Denpasar Selatan tersebut, mengaku tenggorokannya sakit, luka di dagu, lengan kiri luka lebam, dan lengan kanannya mengalami luka cakar.

Belum diperoleh infomasi lengkap terkait kronologi awal aksi pengeroyokan yang belangsung di parkir depan Solaria Bandara Ngurah Rai, Minggu (17/3/2019) sekitar pukul 16.56 Wita itu.

Namun beredar kabar, kasus tersebut dipicu persoalan lama, yaitu transportasi online dilarang mengambil penumpang di Bandara Ngurah Rai oleh sopir taksi konvensional.

“Sebelum terjadi keributan, sopir online sempat adu argumen dengan beberapa orang sopir. Entah bagaimana, tiba-tiba para sopir taksi emosi dan menarik tangan serta leher sopir online sambil memaki-maki. Kejadian tersebut kemudian dilerai petugas keamaan bandara,” tutur sumber.

Aksi penolakan sopir taksi konvensional terhadap keberadaan transportasi online di Bandara Ngurah Rai bukan kali pertama terjadi. Bahkan kasus tersebut kerap berujung pada kekerasan serta pengeroyokan yang dilakukan oknum sopir taksi.

Terkait hal itu, Kepala Humas Bandara I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim tampak hati-hati saat dikonfirmasi. Arie mengatakan, manajemen Bandara Ngurah Rai masih berupaya mencari solusi agar bisa diterima oleh semua pihak.

BACA JUGA:  Presiden Mesir Ucapkan Selamat HUT Ke-73 Kemerdekaan RI

“Dari sisi bandar udara pengendaliannya ada di kami. Kami berusaha mekanismenya fair dan semua bersandar pada regulasi yang ada. Kejadian kemarin tentu sangat disayangkan, sehingga masukan yang kami peroleh dari masyarakat menjadi pendorong kuat bagi kami dalam melakukan harmonisasi keberadaan transportasi di Bandara Ngurah Rai,” ujar Arie bernada diplomasi.

Penelusuran di lapangan, sopir transportasi online yang menjadi korban pengeroyokan di Bandara Ngurah Rai telah melapor ke Polsek Kawasan Udara dengan nomor laporan LP-B/05/III/2019/Bali/Resta Dps/Sek Kws Udara. *agw