Pasutri Pembobol Data Bank Asal Rumania Diringkus

Pasutri asal Rumania yang jadi otak pembobol data bank. (foto : Agung W/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Sepasang suami istri (Pasutri) warga negara asing asal Rumania, Sorin Velcu (35) dan Alisa Sardaru (28) ditangkap Direktorat Reserse Krimimal Khusus (Ditreskimsus) Polda Bali. Keduanya merupakan otak komplotan pencurian data nasabah bank (Cyber Crime).

“Kalau selama ini pelaku cyber crime lebih banyak dari warga negara China dan Bulgaria, sekarang pelaku yang kita amankan adalah warga negara Rumania. Selain sepasang suami istri, kita juga menangkap dua pelaku lain bernama Sorinel Miclescu (28) dan Alin Serdaru (31),” terang Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho saat ekspose kasus di Mapolda Bali, Selasa (19/3/2019).

Kombes Nugroho menerangkan, pengungkapan berawal dari adanya kecurigaan tim IT Polda Bali terkait adanya transaksi mencurigakan oleh orang asing di beberapa mesin ATM di kawasan Kuta, Badung, Rabu (6/3/2019).

Petugas kemudian melakukan koordinasi dengan pihak bank. Disana terungkap jika orang asing tersebut bertransaksi menggunakan kartu lain yang berisi data magnetic stripe (bukan kartu ATM).

Berbekal ciri-ciri pelaku yang didapat dari CCTV di dalam mesin ATM, Opsnal Reskrimsus Polda Bali dengan di-backup Satgas CTOC melakukan penyelidikan di lapangan.

Kerja keras petugas membuahkan hasil dan dapat mengetahui tempat tinggal pelaku. Sepekan kemudian tepatnya, Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 02.00 Wita, para pelaku dibekuk di sebuah hotel di Jalan Kubu Anyar, gang Biduri Kuta, Badung.

Dari tangan para pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh Kepolisian Rumania atas kasus yang sama tersebut, petugas mengamankan barang bukti sebuah laptop, uang tunai Rp8,2 juta, enam buah handphone, satu buah flasdisk, dua unit encoder card reader, 31 buah kartu bertuliskan Amazone berisi data magnetic stripe, dan 14 buah kartu bertuliskan Amazing yang juga berisi data magnetic stripe.

BACA JUGA:  Selundupkan 3 Kg Sabu, WN Hongkong Dituntut 20 Tahun Penjara

Dari hasil pemeriksaan terungkap, para pelaku masuk ke Bali dengan membawa alat serta data nasabah bank yang ada di luar negeri. Di Bali, komplotan tersebut kemudian membeli laptop bekas dan kartu magnetic stripe untuk memindahkan data.

Kartu-kartu itu lalu digunakan untuk melakukan transaksi di beberapa ATM di wilayah Kuta dan sekitarnya.

“Salah satu pelaku bernama Alisa Sardaru sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang kartu ke dalam kloset. Namun upaya tersebut diketahui anggota dan berhasil mencegahnya,” demikian Kombes Nugroho. *agw