Money Changer di Benoa Dirampok, Pelaku Bawa Kabur Brankas Berisi Uang Rp900 Juta

TKP Monye Changer yang disantroni kawanan perampok. (foto ; Agung W/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Aksi perampokan kembali terjadi. Sebuah Money Changer milik BMC PT Bali Maspintjindra yang berlokasi di Jalan Pratama nomor 36 XY, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung disantroni kawanan perampok.

“Pelaku yang diduga berjumlah tiga orang membawa kabur sebuah brankas berisi uang sekitar Rp800 juta serta mata uang berbentuk valas sekitar Rp100 jutaan, sehingga total mencapai Rp900 juta,” terang sumber di lapangan, Selasa (19/3/2019).

Informasi yang diperoleh Koran Metro, sebelum berhasil membawa kabur brankas berisi uang ratusan juta, para pelaku terlebih dulu melumpuhkan karyawan dan satpam setempat bernama Muhammad Sandriadi (20), Gedi Kurniawan (25), dan Abdul Haris Karim (52).

Salah seorang karyawan bernama Sandriadi menuturkan, saat sedang duduk di pintu belakang kantor, Selasa (19/3/2019) sekitar pukul 00.30 Wita, tiba-tiba ia didatangi orang tak dikenal. Belum sempat bertanya, wajah saksi dipukul hingga pingsan.

Hal yang sama dikatakan Gedi Kurniawan. Ketika sedang tidur di kamar, ia didatangi seseorang yang tidak dikenal dan langsung memukul belakang kepalanya dengan menggunakan besi (linggis) sehingga saksi tidak sadarkan diri.

Nasib sama juga dialami Abdul Haris Karim. Satpam money changer itu mengaku, saat hendak rebahan di kursi kantor karena sedang tidak enak badan, sekelebat ia melihat ada orang masuk ke dalam kantor dan langsung memukulnya hingga pingsan.

“Abdul Haris pipi kanannya retak, Gedi Kurniawan mengalami luka di punggung sebelah kiri, kepala bagian belakang, pelipis sebelah kanan dan atas mata kanan. Saksi Sandriadi mengalami luka di bagian pipi sebelah kanan. Mereka ketiganya pingsan dan mengaku tidak tau apa yang terjadi. Saat siuman mereka mengaku dalam kondisi diikat menggunakan tali nilon dan mulutnya dilakban,” beber sumber yang tak mau disebut identitasnya.

BACA JUGA:  Simpan Sabu dan Ekstasi, Sejoli ini Dituntut 13 Tahun Penjara

Ketika sadar, para karyawan yang disekap di tempat berbeda ini juga melihat keadaan money changer sudah berantakan. Setelah berhasil melepas ikatan, mereka bertiga lalu mengecek barang dan melihat brankas milik money changer sudah hilang. Ketiga karyawan tersebut kemudian menghubungi pemilik money changer yang selanjutnya melapor ke kantor polisi.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan hanya menjawab singkat bahwa  kasus tersebut masih dalam penyelidikan. “Sabar ya nanti saya info kembali karena masih lidik,” ucapnya saat ditemui di Lapangan Bajra Sandi Renon, Denpasar. *agw