Danau Sentani Meluap, Ribuan Warga Mengungsi

Danau Sentani.

Beritabalionline.com – Ribuan warga yang bermukim di sekitar Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua mengungsi ke tempat relatif lebih aman. Hal itu disebabkan air dari danau tersebut meluap.

“Kami belum dapat memastikan jumlahnya namun diperkirakan mencapai ribuan karena ada beberapa pulau di Danau Sentani yang dihuni masyarakat,” kata Kapolres Jayapura AKBP Viktor Makbon, di Jayapura, Selasa (19/3/2019).

Sejak Senin (18/3/2019) petang, air Danau Sentani dilaporkan meluap hingga menyebabkan masyarakat yang mendiami pulau-pulau dan pesisir danau itu mengungsi ke berbagai wilayah di Sentani.

Dia mengatakan, naiknya air danau tersebut diperkirakan akibat tingginya curah hujan. Air sungai yang ada di sekitar Sentani meluap dan air ke danau itu.

Ketika ditanya tentang jumlah korban meninggal akibat banjir bandang, dia mengatakan kemungkinan terus bertambah karena pencarian terhadap korban masih dilakukan tim.

“Laporan orang hilang saat ini tercatat 79 orang,” kata Makbon yang juga mantan Kapolres Mimika itu, seperti diberitakan Antara.

Ia menambahkan, selain penduduk sekitar danau yang mengungsi, hal serupa juga dilakukan ribuan warga di sekitar Sentani yang terdampak langsung banjir bandang belum lama ini. Untuk meringankan beban warga maka dapur umum sudah dibuka di beberapa lokasi, termasuk di Markas Polres Jayapura di Doyo.

Sementara itu, sebanyak 1.613 personel gabungan tangani darurat banjir di Sentani, Papua. Bencana tersebut menelan 89 orang korban jiwa serta 74 lainnya masih belum ditemukan. Tim gabungan terdiri dari sejumlah instansi dan lembaga di Kabupaten Jayapura. Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana.

Hingga Selasa (19/3) pagi, Posko Induk Tanggap Darurat mencatat total korban meninggal dunia sebanyak 89 orang yaitu 82 korban meninggal akibat banjir bandang di Kabupaten Jayapura dan 7 korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Ampera, Kota Jayapura.

BACA JUGA:  Kamis Pagi Ini, Jakarta Jadi Kota Paling Polusi Kedua di Dunia

Tim SAR gabungan menemukan 13 jenazah yaitu 4 jenazah di Kampung Sereh Tua, 2 jenazah di Danau Sentani, 3 jenazah di BTN, 2 jenazah di BTN Nauli 2, 1 jenazah di BTN Citra Buana, dan 1 jenazah di Kampung Hobong pada Senin (18/3) kemarin.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat sebanyak 74 orang yaitu 34 orang dari Kampung Milinik, 20 orang dari BTN Gajah Mada, 7 orang dari Komplek Perumahan Inauli, 4 orang dari Kampung Bambar, 2 orang dari BTN Bintang Timur, 1 orang dari Sosial, 1 orang dari Komba dan 3 orang dari Taruna Sosial.

“Sementara itu sebanyak 159 orang luka-luka yaitu luka-luka 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan. Jumlah pengungsi terus bertambah,” kata Sutopo dalam keterangannya.

“Banyak masyarakat yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan. Akibatnya di beberapa titik pengungsian berjubel pengungsi. *itn