Bea Cukai Denpasar Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp1,3 Miliar

Bea Cukai Denpasar musnahkan ratusan barang ilegal. (foto : Agung W/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Pihak Bea dan Cukai Denpasar memusnahkan ratusan jenis barang ilegal senilai Rp1,3 miliar. Barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Denpasar sepanjang tahun 2018.

“Barang yang kita musnahkan di antaranya rokok menggunakan pita cukai palsu, barang kiriman dari luar negeri yang termasuk dalam kategori barang larangan dan pembatasan (lartas) masuk ke wilayah Bali dengan tidak memenuhi ketentuan yang berlaku,” jelas Kepala Kantor Bea dan Cukai Denpasar, Abdul Kharis saat ditemui usai pemusnahan, Selasa (19/3/2019).

Abdul Kharis menerangkan, pemusnahan ini dilakukan sebagai wujud penegakan hukum bidang kepabeanan dan cukai atas pelanggaran terhadap UU no 39 tahun 2007 tentang Cukai, UU no 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, Peraturan BPOM no 30 tahun 2017 tentang Pengawasan Pemasukan Obat dan Makanan ke Dalam Wilayah Indonesia.

Ia juga menyebut, hingga saat ini masih banyak ditemukan Barang Kena Cukai (BKC) yang dijual tanpa dilekati pita cukai atau dilekati pita cukai palsu di wilayah Bali.

Sedangkan barang yang disita hasil penindakan periode Desember 2017 sampai dengan Desember 2018 yang didapat melalui giat operasi pasar Tempat Penjualan Eceran (TPE) produk Hasil Tembakau (HT), Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL) dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA).

“Bea Cukai hadir di tengah masyarakat mengemban tugas dan fungsi sebagai trade and industrial assistance, community protector dan revenue collector yang menuntut Bea Cukai untuk bekerja menjalankan fungsi pelayanan dan pengawasan secara berimbang,” terang Abdul Kharis.

Barang yang dimusnahkan dengan cara dipotong, dibakar serta ditimbun tersebut berupa 1.460 botol MMEA, 877.893 batang rokok, 1.733 botol yape, 288 batang cerutu, 1.170 gram tembakau iris, 314 mainan, 6 buah handphone, 525 buah aksesoris dan pakaian, dan 283 produk makanan. *agw

BACA JUGA:  Tabanan Gelar Simulasi Kampung Siaga Bencana