Lanal Denpasar Amankan Penyu Langka yang Diduga Hendak Diselundupkan

Personel TNI AL mengamankan penyu langka di Pantai Gerokak Buleleng (foto : ist)

Beritabalionline.com – Setelah sebelumnya menggagalkan upaya penyelundupan 1.500 burung kicau di Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, personel TNI AL Denpasar kini kembali mengamankan tujuh ekor penyu langka di Pantai Gerogak, Dusun Banyuwedang I, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerogak, Kabupaten Buleleng.

“Tujuh ekor penyu hijau yang digolongkan sebagai satwa langka dan dilindungi tersebut kami temukan terdampar di pinggir pantai,” terang Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko ketika dihubungi, Senin (18/3/2019).

Pengungkapan ini berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa di daerah pesisir pantai Gerogak ada sekelompok orang yang akan menurunkan penyu dari sebuah kapal, Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 22.30 Wita. Di bawah guyuran hujan deras, Komandan Pos TNI AL Celukan Bawang bersama tiga personelnya kemudian melakukan penyelidikan dengan melakukan penyisiran serta pengamatan di sekitar pantai.

Dari kejauhan, petugas melihat ada sekitar empat orang tak dikenal melarikan diri meninggalkan kapal yang ditambat di tepi pantai. Saat dilakukan pemeriksaan kearah perahu menggunakan lampu senter, petugas menemukan tujuh ekor penyu di sekitar perahu dalam keadaan terikat tali tambang.

“Mereka langsung kabur saat melihat kedatangan anggota, sehingga kita belum ketahui siapa pelakunya dan mau dibuat apa penyu langka tersebut nantinya,” kata Danlanal Denpasar.

Usai mengamankan penyu dan kapal yang diduga digunakan untuk menangkap penyu, Pangkalan TNI AL Denpasar kemudian bekoordinasi dengan Kantor BKSDA Provinsi Bali. Menurut BKSDA Bali, perdagangan semua jenis penyu laut di Indonesia dilarang berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Bahkan, menurut Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, pelaku perdagangan satwa dilindungi seperti penyu bisa dikenakan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.

BACA JUGA:  Cuaca Ekstrem, BMKG Prediksi Sebagian Wilayah Bali Diguyur Hujan Deras

“Pengungkapan penyelundupan penyu di Bali oleh TNI AL Denpasar bukan kali pertama dilakukan. Saya juga perintahkan agar semua prajurit yang bertugas di Pos TNI AL jajaran Lanal Denpasar untuk terus melakukan penyelidikan dan penindakan terhadap semua bentuk kegiatan ilegal dari dan lewat laut sebagai wujud nyata yang menjadi kewajiban TNI AL dalam mengamankan wilayah perairan Indonesia,” tegas Danlanal Kolonel Prihantoko. (agw)