35 Peserta Ikuti Pelatihan Pecalang yang Diadakan Kesbangpol Kota Denpasar

Kesbangpol Kota Denpasar adakan Pelatihan Pecalang. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Guna meningkatkan wawasan anggota Pecalang di Kota Denpasar terkait tugas dan fungsinya di Desa Pakraman masing-masing, Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesatuan Bangsa & Politik (Kesbangpol) setempat menggelar Pelatihan Pecalang bertempat di Gedung Wanita Shanti Graha, Denpasar, Senin (18/3/2019).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Kesbangpol Kota Denpasar, Komang Sugiarta, Unsur TNI, unsur Polri, sejumlah pimpinan OPD Pemkot Denpasar, unsur forum adat serta perwakilan sejumlah instansi lainnya.

Pelatihan sehari ini diisi sejumlah narasumber dari Kementerian Agama Kota Denpasar, Kodim 1611 Badung, Polresta Denpasar dan juga PMI Kota Denpasar.

Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Kesbangpol Kota Denpasar, I Komang Sugiarta mengatakan bahwa peran Pecalang sebagai satuan pengamanan tradisional Desa Pekraman dewasa ini tidak saja sebagai pengaman dalam kegiatan adat dan agama Hindu saja, tetapi juga dipercayakan sebagai salah satu unsur pengamanan di berbagai acara kenegaraan bersama dengan instansi terkait lainnya.

“Apresiasi patut diberikan atas penyelenggaraan pelatihan ini dengan harapan anggota Pecalang di Kota Denpasar nantinya memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas-tugansya dan yang lebih penting lagi para Pecalang mampu mengemban  tugas sesuai dengan prosedur dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” kata wali kota.

Dijelaskan, sebagai bagian dari perangkat Desa Pakraman yang merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Budaya Bali maka Pecalang akan menjadi cermin bagi keseluruhan masyarakat Kota Denpasar yang selalu diharapkan dapat menjaga keamanan dan kenyamanan serta ketentraman di wilayahnya masing- masing.

Terlebih lagi, lanjut wali kota, dalam waktu dekat ini akan diselenggarakan hajatan pileg dan pilpres. Hal ini harus menjadi perhatian seluruh lapisan masyarakat untuk dapat terwujud suasana aman dan nyaman. 

Sementara Kabid Ketahanan Ekososbud dan Ormas Kesbangpol Kota Denpasar, A.A Gede Raka Wiadnyana saat ditemui mengatakan, maksud dan tujuan pelaksanaan Pelatihan Pecalang ini adalah untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa khususnya pada anggota pecalang di masing- masing Desa Pakraman di Kota Denpasar sehingga terjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Selain juga memberikan bekal kepada para peserta sebagai penyamarataan mental dan persepsi dalam melaksanakan tugas di masyarakat dan desa pakraman, menjamin keutuhan NKRI serta tanggap terhadap berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang mungkin saja timbul di Kota Denpasar,” kata dia.

Kegiatan pelatihan yang telah memasuki tahap kedua ini diikuti 35 peserta yang merupakan perwakilan dari masing- masing Desa Pakraman di Kota Denpasar. Pelatihan dilangsungkan dari tanggal 18-19 Maret 2019. Materi pelatihan disampaikan melalui pemaparan, diskusi dan tanya jawab.

Selain itu, untuk mengimplementasikan teori yang didapat pada saat pelatihan, para peserta akan diajak melakukan studi banding ke Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta guna menambah Wawasan dalam melaksanakan tugas pengamanan di Desa Pakraman masing- masing” ungkap Gede Raka Wiadnyana. (tra)

BACA JUGA:  Putri Koster Ajak Masyarakat Kembalikan "Natah" ke Zaman Dulu