Polresta Denpasar Ungkap Kasus Pelemparan Molotov di Ubung, Motif Pelaku Dendam Pribadi

Polresta Denpasar saat ekspose kasus pelemparan molotov. (foto : Agung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar berhasil mengungkap kasus pelemparan botol berisi minyak (molotov) di sebuah rumah di Jalan Cokroaminoto nomor 442, Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara. Pelakunya bernama I Made Murdana alias Jerug (46).
“Motifnya dendam karena dulu tersangka pernah dilaporkan ke Polsek Denpasar Barat oleh korban. Antara tersangka dan korban saling kenal karena keduanya tinggal di Banjar yang sama,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan saat ekspose kasus, Minggu (17/3/2019) di Mapolresta Denpasar.
Kapolresta menerangkan, polisi sempat merasa kesulitan lantaran korban bernama Ngurah Putu Pratama kurang kooperaktif saat dimintai keterangan. Namun setelah didesak, korban yang keseharian bekerja sebagai satpam ini bercerita jika pernah ada persoalan dengan seseroang.
“Korban mengaku dulu ayahnya ditusuk oleh pelaku. Korban kemudian melapor dan pelaku ditahan di selama 4,5 bulan di LP Kerobokan,” terang Kapolresta.
Berbekal keterangan korban, polisi melakukan penyelidikan dengan mencari keberadaan terduga tersangka bernama Made Murdana. Dua hari berselang tepatnya, Sabtu (16/3/2019) sekitar pukul 16.30 Wita, Made Murdana alias Jerug dibekuk Tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar di sebuah kamar kos di Jalan Baha, Kecamtan Mengwi, Kabupateb Badung.
Saat diintrogasi, pelaku mengaku melempar rumah korban menggunakan botol berisi bensin. Pelaku mengatakan, dalam perjalanan pulang dari bermain ceki di Kerta Semadi di Jalan Kargo, Denpasar Utara, Kamis (14/3/2019), timbul niat jahat untuk membakar rumah korban.
Ia lalu pulang mengambil tiga buah botol dan mengisinya dengan bensin. Oleh pelaku, tutup botol kemudian dilobangi dan diberi sumbu kain. Dengan mengendarai sepeda motor seorang diri, pelaku menuju rumah korban. Tiba di depan rumah korban, pelaku menyalakan botol dan melemparkan kearah sepeda motor yang parkir di garase.
Lantaran botol pertama mati saat dilempar, pelaku kembali melempar botol kedua dan membakar dua unit sepeda motor. “Setelah api membesar pelaku langsung pergi. Korban saat itu sudah tidur dan baru mengetahui ada kejadian ketika penghuni kos di rumah korban berteriak ada kebakaran,” jelas Kapolresta.
Selain mengamankan pelaku, polisi turut mengamankan berbagai barang bukti berupa pecahan botol yang dipakai melempar rumah korban, satu buah botol plastik utuh yang ujungnya berisi sumbu, sepeda motor, serta korek api.
“Jadi sudah jelas ya, kasus ini tidak ada kaitan apapun seperti politik, peristiwa-peristiwa di luar Bali dan sebagainya, ini murni dendam karena korban sakit hati dengan korban,” tegas Kombes Ruddi. (agw)
BACA JUGA:  Tak Terbukti Korupsi, Hakim Bebaskan Mantan Perbekel Pemecutan Kaja