Petugas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Burung Kicau dari Lombok ke Bali

TNI AL, Dinas Karantina dan BKIPM Denpasar gagalkan penyelundupan 1.500 ekor burung. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Upaya penyelundupan 1.500 ekor burung dari Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Denpasar melalui Pelabuhan Padang Bai digagalkan petugas gabungan dari Lanal Denpasar, BKIPM Kota Denpasar dan Dinas Karantina Hewan Pelabuhan Padang Bai.
“Burung-burung tersebut disimpan dalam boks plastik dan kardus kemudian ditutupi daun-daun untuk menghindari pemeriksaan petugas,” terang Komandan Lanal Denpasar, Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko ketika dikonfirmasi, di Denpasar, Minggu (17/3/2019).
Pengungkapan kasus berawal dari informasi petugas Pelabuhan Lembar dan personel TNI AL Mataram yang mencurigai adanya pengiriman hewan tanpa dokumen ke Denpasar dari Pelabuhan Lembar, Jumat (15/3/2019) malam. Truk pengangkut hewan ilegal itu disebutkan menumpang kapal Ferry KMP Swarna Kartika.
Petugas gabungan kemudian menyanggong di Pelabuhan Padang Bai. Setelah kendaraan yang dicurigai berada di pintu keluar pelabuhan, petugas lalu menghentikan truk yang dikemudikan SH dan melakukan pemeriksaan. Disana ditemukan puluhan keranjang plastik dan boks berisi burung.
Saat diperiksa, dua orang pembawa burung berinisial FA dan MK mengatakan jika burung-burung milik RF di Lombok. Burung kicau jenis Kepodang, Manyar dan Kecial Kuning sebanyak 1.500 itu akan dikirim beberapa penjual burung di Pasar Burung Satria, Denpasar.
Sementara menurut petugas Karantina Hewan Pelabuhan Padang Bai, Lundra, jenis burung-burung tersebut bukan kategori burung yang dilindungi. Namun karena jumlahnya yang cukup banyak dikhawatirkan dapat membawa bibit penyakit ke wilayah Denpasar Bali.
“Jenis burung-burung tersebut sering dicari oleh masyarakat pecinta burung kicau sebagai sarana hiburan dan perlombaan,” kata Lundra.
Komandan Lanal Denpasar mengatakan, rencananya burung-burung tersebut akan diserahkan pengamanannya kepada pihak Dinas Karantina dan BKSDA sesuai dengan ketentuan Undang-undang yang berlaku.
“Keberhasilan bersama dalam menggagalkan upaya penyelundupan burung kicau yang tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah akan terus ditingkatkan untuk membangun sinergitas dan soliditas antara TNI AL dengan instansi terkait,” terang Kolonel Prihantoko.(agw)
BACA JUGA:  Kejari Denpasar Canangkan ZI Menuju WBBM