Polisi Minta Kasus Pelemparan Molotov Tak Dikaitkan Persoalan Politik Jelang Pemilu 2019

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan saat mendatangi TKP (foto : ist)
Beritabalionline.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Denpasar masih menyelidiki kasus pelemparan botol berisi bensin (molotov) oleh orang tidak dikenal di sebuah rumah di Jalan Irawan nomor 1, Banjar Liligundi, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara.
“Kita sudah memeriksa dua orang saksi dalam kasus tersebut. Saat ini anggota Satreskrim Polresta Denpasar masih melakukan penyelidikan di lapangan,” terang Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan saat ditemui di Mapolresta Denpasar, Kamis (14/3/2019).
Kapolresta menerangkan, saat peristiwa berlangsung pemilik rumah bernama Putu Sunartawan bersama keluarganya sedang tidur. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai satpam itu baru mengetahui setelah seorang penghuni kos berteriak telah terjadi kebakaran.
“Kita masih selidiki apakah sebelumnya korban pernah ada masalah dengan orang lain. Informasi apapun masih kita kumpulkan guna mengungkap kasus ini,” ucap Kombes Ruddi Setiawan.
Disinggung adanya keterkaitan kasus ini dengan kejadian-kejadian serupa di luar Bali, Kapolresta meminta agar peristiwa pelemparan botol berisi bensin tidak melebar kemana-mana, apalagi dikaitkan dengan persoalan politik menjelang Pemilu 2019. Ia berkeyakinan kasus tersebut murni sebuah peristiwa kejahatan umum.
Diberitakan sebelumnya, pelemparan botol berisi bensin oleh orang tak dikenal terjadi di sebuah rumah mengakibatkan dua unit sepeda motor terbakar. Selain ditemukan pecahan botol dan tutup botol berisi sumbu. Di TKP juga tercium bau bensin yang cukup menyengat.
Aksi pelemparan molotov yang berlangsung, Kamis (14/3/2019) sekitar pukul 03.00 Wita tersebut membuat para penghuni kos di rumah korban panik dan berhamburan keluar kamar. Salah satu penghuni berinisial RS (52) menerangkan, saat sedang tidur, sayup-sayup ia mendengar suara kendaraan sepeda motor berhenti di depan rumah dan melempar benda.
Ketika saksi mencoba mengintip dari balik kaca jendela kamar, ia melihat sinar terang seperti api menyala muncul dari areal parkir kendaraan. Saksi yang penasaran kemudian keluar kamar dan mendekati garase. Disana saksi melihat sepeda motor milik pemilik kos sudah terbakar.
“Saksi lalu berteriak sehingga pemilik kos bernama Putu Sunartawan bersama keluarganya keluar dan berusaha memadamkan api. Tiga puluh menit kemudian api sudah dapat dipadamkan dengan air PDAM dan pasir,” ucap sumber. (agw)
BACA JUGA:  Asyik Selfie, Turis Rusia Nyaris Tewas Dihantam Ombak Pantai Nyanyi Tabanan