KPU Bali Pastikan Coret 27 WNA yang Masuk DPT Pemilu 2019

Ilustrasi

Beritabalionline.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali memastikan akan mencoret nama 27 warga negara asing (WNA) yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019, setelah melalui proses pengecekan oleh KPU kabupaten/kota di daerah itu.

“Dari 34 daftar nama WNA yang diberikan KPU RI, yang berhasil ditemukan ada 29 orang. Dua orang merupakan WNA yang sudah masuk WNI dan 27 orang memang WNA,” kata Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan ketika dikonfirmas wartawan, di Denpasar, Selasa (12/3/2019).

Sementara sisanya lima WNA lagi setelah dilakukan pengecekan belum berhasil ditemukan karena kemungkinan masih melakukan perjalanan ke luar negeri.

Selain 34 nama WNA tersebut, Lidartawan mengaku mendapatkan sejumlah data dari pihak kepolisian yang berpotensi WNA dan namanya sudah masuk DPT . “Untuk itu, dalam pekan ini akan dicek lagi,” ucapnya.

Untuk mencegah WNA sampai menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilu 17 April mendatang, pihaknya akan menyiapkan surat edaran kepada KPPS.

“Pada prinsipnya WNA tidak boleh mencoblos, nanti ketika KPPS ragu-ragu dengan nama pemilih yang dipanggil maka wajib dicek dengan KTP elektronik yang dibawa pemilih,” ucapnya.

Menurut Lidartawan, tidak cukup mudah ditentukan apakah pemilih di DPT itu berstatus WNA ataukah WNI dengan hanya melihat namanya saja.

Pihaknya melihat adanya persoalan WNA sampai masuk daftar pemilih karena data DPT Pilkada sebelumnya setelah dimasukkan DP4 dari Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tidak di-kluster lagi mana yang WNA dan WNI.

“Urusan KTP elektronik itu masalah kependudukan, penduduk Indonesia ya boleh WNA dan WNI,” ujarnya.

Sebelumnya, KPU Bali sudah menetapkan rekapitulasi penyempurnaan daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP-2) untuk Pemilu 2019 sebanyak 3.130.288 pemilih yang tersebar di 12.394 tempat pemungutan suara (TPS).

BACA JUGA:  Hari Ini, Pasien Sembuh Covid-19 di Denpasar Bertambah 6 Orang, Positif 6

Dari total 3.130.288 pemilih di DPTHP-2 tersebut, tercatat pemilih laki-laki sebanyak 1.556.472 orang dan pemilih perempuan 1.573.861 orang.

Sedangkan sebarannya untuk masing-masing kabupaten/kota yakni Kota Denpasar (464.132), Badung (384.609), Tabanan (366.150), Jembrana (235.284), Buleleng (582.437), Bangli (187.371), Karangasem (380.195), Klungkung (160.080), dan Gianyar (370.030).

 Sebelumnya Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Bali, meng-update temuan baru warga negara asing (WNA) yang tercatat di Daftar Pemilihan Tetap (DPT) Pemilu 2019 mendatang. Hasilnya ada 60 WNA ditemukan masuk dalam DPT.

“Kami temukan ada 60 (WNA) per sore ini, yang 59 yang kita laporkan ke (Bawaslu) RI kemarin. Jadi totalnya 60,” ucap Widi Ardana Koordinator Divisi Pencegahan (Bawaslu) Bali, saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon, Senin (11/3/2019).

Ardana menjelaskan temuan WNA yang ke-60 tersebut dimulai ketika dari Petugas Bawaslu Bali meragukan data di DPT Singaraja, Kabupaten Buleleng.

“Sampai hari ini sebenarnya sudah final. Tetapi ada satu kemarin meragukan, ada nama Bali-nya. Kalau tidak salah Gede Marcopolo di Singaraja kemarin itu. Hal itu, meragukan apakah ini WNI apakah WNA. Akhirnya setelah penelusuran hari ini yang bersangkutan adalah WNA,” ujarnya.

Ardana juga menjelaskan, untuk temuan WNA yang masuk DPT akan dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan juga ke KPU Provinsi Bali. Hal itu agar nama-nama tersebut ditandai dan tidak mendapatkan formulir C6 untuk menyalurkan suara di Pilpres dan Pileg. *itn