Kotak Hitam Ethiopian Airlines Ditemukan, 1 WNI Tewas Kerja di PBB

Ethiopian Airlines

Beritabalionline.com – Kotak hitam pesawat Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines yang jatuh akhirnya ditemukan. Pesawat yang membawa 157 penumpang beserta kru ini jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Bole, Addis Ababa pada Minggu (10/3) pagi waktu setempat.

Kotak hitam ditemukan penyelidik. Demikian dilaporkan media setempat, dilansir dari laman BBC, Senin (11/3/2019).

Pesawat Boeing 737 MAX 8 terbang dari Ethiopia menuju Nairobi, Kenya, pukul 08.44, enam menit setelah lepas landas. Seluruh penumpang beserta kru dinyatakan tewas dalam kejadian nahas tersebut. Pesawat ini merupakan jenis yang sama dengan pesawat Lion Air PK-LQP JT-610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Oktober 2018.

Para ahli mengingatkan bahwa terlalu dini menyimpulkan penyebab kecelakaan tersebut. Kotak hitam yang ditemukan dari lokasi kecelakaan adalah perekam suara kokpit. Demikian menurut jaringan televisi negara Ethiopia.

Pesawat itu jatuh di dekat kota Bishoftu, 60km (37 mil) tenggara ibukota. Penumpang dalam pesawat disebutkan berasal dari berbagai negara seperti Kenya, Kanada, Inggris, dan juga Indonesia.

WNI yang menjadi korban tewas bernama Harina Hafitz. Dia merupakan staf Program Pangan Dunia (WFP) PBB yang berbasis di Roma, Italia. Jenazah Harina rencananya akan dimakamkan di Roma, Italia.

Sementara itu, pihak Kementerian Luar Negeri RI telah mendapatkan konfirmasi bahwa satu warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines adalah seorang perempuan yang tinggal di Roma, Italia. Wanita itu bekerja untuk World Food Program (WFP) PBB.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Sementara itu, Duta Besar RI di Roma Esti Andayani telah bertemu dengan keluarga WNI yang menjadi korban kecelakaan pesawat itu dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.

BACA JUGA:  Tunjukkan Rasa Empati, Partai NasDem Bali Doakan Korban Bencana Sulteng

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma akan terus berkoordinasi dengan keluarga korban serta KBRI Addis Ababa dan Kantor WFP di Roma untuk pengurusan jenazah dan dukungan bagi keluarga.

Menurut laporan Reuters, CEO Ethiopian Airlines mengungkapkan kepada para wartawan bahwa di antara 157 korban tewas terdapat sejumlah warga dari sedikitnya 30 negara, termasuk Indonesia.

Selain WNI, daftar kewarganegaraan penumpang yang menjadi korban, yakni Kenya 32 orang, Kanada 18 orang, Ethiopia 9 orang, China 8 orang, Italia 8 orang, Amerika Serikat 8 orang, Prancis 7 orang, Inggris 7 orang, Mesir 6 orang, Jerman 5 orang, India 4 orang, Slovakia 4 orang; dan Austria, Rusia, Swedia masing-masing 3 orang; dan warga Spanyol, Israel, Maroko, Polandia masing-masing 2 orang. Selanjutnya, Belgia, Djibouti, Irlandia, Mozambik, Norwegia, Arab Saudi, Rwanda, Sudan, Somalia, Serbia, Togo, Uganda, Yemeni, Nepal, Nigeria, dan satu orang paspor PBB; masing-masing 1 orang. (itn)