Pemilu 2019, Dandim Badung Larang Anggotanya Dekati TPS saat Pemungutan Suara

Letkol Inf Handoko Yudho Wibowo saat memberikan Pembinaan Netralitas TNI dalam Pileg dan Pilpres. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Sikap Netralitas TNI dalam pelaksanaan Pemilu baik Pileg maupun Pilpres 2019 sangat penting bagi soliditas satuan dan pembangunan profesionalitas TNI. Hal itu kembali ditegaskan Dandim 1611/Badung Letkol Inf Handoko Yudho Wibowo saat Pembinaan Netralitas TNI dalam Pileg dan Pilpres oleh Kodim 1611/Badung.
“Selama proses penyelenggaraan Pemilu anggota TNI dilarang untuk memberi komentar, penilaian, diskusi, pengarahan ataupun berkaitan dengan kontestan kepada keluarga atau masyarakat,” kata Dandim Badung, Selasa (5/3/2019) di Makodim Badung.
Secara perorangan, anggota TNI dilarang berada di arena tempat penyelenggaraan Pileg atau Pilpres kecuali petugas yang sudah ditunjuk, serta tidak boleh berada di arena tempat pemungutan suara (TPS) pada saat pelaksanaan pemungutan suara.
“Anggota TNI juga dilarang melakukan tindakan atau pernyataan apapun yang dilakukan secara resmi yang bertujuan atau bersifat mempengaruhi keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu),” lanjut Dandim.
Dijelaskan, Netralitas TNI merupakan penjabaran reformasi internal TNI yang dituangkan di dalam pasal 5 ayat (2) Tap MPR/VII/2000 tentang peran TNI dan Polri serta Pasal 39 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI disebutkan “bahwa prajurit TNI dilarang dalam politik praktis”.
Tidak berpolitik praktis dimaknai dengan konsistensi komitmen TNI dalam rangka ikut serta menyukseskan Pemilu sekaligus sebagai implementasi bahwa Prajurit TNI tidak memiliki hak memilih dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres.
“Untuk itu saya kembali mengimbau kepada seluruh prajurit TNI di lapangan untuk wajib menunjukkan sikap netral dengan tidak memihak dan tidak memberikan dukungan kepada salah satu kontestan peserta Pileg maupun Pilpres. Ini agar dapat dipahami, dimengerti dan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak komitmen dan citra TNI,” pesan Dandim Badung. (agw)
BACA JUGA:  38 Tahun Lalu, Pria Ini Mengaku Bersalah Atas Pembunuhan John Lennon