BPBD Bali Tetap Siaga di Hari Raya Nyepi, Siapkan 7 Tenaga Medis dan 4 Ambulans

Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin (tengah) (foto : ist)
Beritabalionline.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melalui UPTD Pengendalian Bencana Daerah atau yang dikenal dengan sebutan Pusdalops menyiagakan tujuh orang tenaga ESR (emergency Service Respons) dan empat unit mobil ambulans saat pelaksanaan Hari Raya Nyepi 2019.
“Mereka terdiri dari tenaga medis yaitu dokter dan perawat serta sopir. Kita juga menyiagakan lima Tenaga Operator Crisis Center yang menerima dan menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk,” terang Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, di Denpasar, Selasa (5/3/2019).
Secara teknis jika ada yang mengalami gangguan kesehatan jelas Rentin, Tim ESR Pusdalops meluncur tanpa membunyikan sirine serta berkoordinasi dengan pecalang setempat untuk penanganan pertama dan diantar ke rumah sakit terdekat.
“Berbagai fasilitas pendukung untuk pelaksanaan tugas seperti alat komunikasi Radio HT (internal) telah siap, termasuk layanan internet masih tersedia buat kami di Pusdalops, baik petugas operasional maupun untuk pimpinan BPBD (Kalaksa, untuk kebutuhan Komando dan Koordinasi),” jelasnya.
Made Rentin menambahkan, ada yang istimewa dalam pelaksanaan tugas-tugas pada saat hari raya kegamaan di BPBD Provinsi Bali. Hal ini dikarenakan staf yang siaga saat Hari Raya Nyepi beragama nasrani dan muslim, sementara yang beragama Hindu diliburkan.
“Staf yang nasrani dan muslim dengan sukarela serta penuh kesadaran siap melaksanakan tugas, artinya dari BPBD, kami menunjukkan toleransi yang tinggi dengan kebersamaan dan kekeluargaan,” paparnya.
BPBD Provinsi Bali juga mengimbau kepada masyarakat agar dalam suasana hening Hari Raya Nyepi, di samping melaksanakan Catur Brata Penyepian, juga meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk call center yang bisa dihubungi jika terjadi kebencanaan atau kegawatdaruratan yakni di nomor 0361-251177. Sekali lagi kami tegaskan Pusdalops BPBD Provinsi Bali siap siaga dengan rumus 247, artinya 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, BPBD tidak mengenal jam dan hari kerja serta tidak ada hari libur,” tandas Made Rentin. (agw)
BACA JUGA:  Polda Bali Gandeng RS Bhayangkara Cegah Penularan Virus Corona