Walau Dikritik, Polresta Tetap Pertontonkan Pelaku Narkoba di Depan Patung PRG Lapangan Renon

Polresta Denpasar saat release kasus narkoba di Lapangan Renon, Denpasar (foto : Agung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Kendati telah mendapat kritikan dari Forum Rehabilitasi Napza, pihak Polresta Denpasar tetap akan mempertontonkan para pelaku narkoba saat berlangsung kegiatan Car Free Day (CFD) di depan patung PRG Lapangan Renon, Denpasar.
Hal tersebut ditegaskan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan di Denpasar, Sabtu (2/3/2019), menanggapi surat terbuka yang berisi kritikan terkait dipertontonkannya para pelaku narkoba di ruang publik saat berlangsung press release.
Menurut Kapolresta, polisi mempunyai dasar hukum kuat ketika melakukan penindakan terhadap para pelaku narkoba baik itu bandar, pengedar maupun pengguna narkoba di wilayah hukum Polresta Denpasar.
“Kebijakan itu (ekspose pelaku) bisa dilakukan untuk kepentingan bersama dan juga rasa peduli kepada masyarakat. Dasar hukumnya, kami sebagai Kapolresta mempunyai kebijakan untuk press release. Di mana saja saya bisa press release, di kantor polisi, bisa di lapangan ataupun TKP di mana saat pelaku ditangkap,” kata Kombes Ruddi.
Ditambahkan, release para pelaku narkoba di tempat terbuka seperti di depan patung PRG Lapangan Renon Denpasar dan diperlihatkan kepada masyarakat luas dimaksudkan, selain memberikan hukuman pidana, juga sebagai hukuman sosial serta memberikan efek jera kepada para pelaku.
Bukan itu saja, lanjutnya, saat release masyarakat bisa melihat secara langsung jenis-jenis narkoba dan dampaknya ketika memakai. Dengan demikian, masyarakat akan berfikir seribu kali ketika hendak menggunakan barang haram tersebut.
“Bisa dilihat kan respon masyarakat ketika melihat langsung beragam jenis narkotika. Apalagi di sana juga dijelaskan dampaknya,” papar Kapolresta.
Mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini lalu mengungkapkan, dengan Polresta Denpasar merilis kasus di depan Patung Anti Premanisme dan Anti Narkotika, kasus tindak pidana penyalahgunaan narkoba menurun dari sebelumnya 60 persen menjadi 37 persen.
Terkait tudingan Forum Rehabilitasi Napza yang menyebut Polresta Denpasar melanggar norma-norma etika serta bertentangan dengan azas praduga tak bersalah — di mana seseorang dinyatakan bersalah melalui mekanisme peradilan –, Kapolresta menegaskan jika yang ditangkap sudah jelas pelaku narkoba.
“Pelaku kami tangkap setelah mereka ada barang bukti serta saksi. Jadi kami yakin bahwa mereka pelaku narkoba,” tegas Kombes Ruddi. Kedepan, pihaknya akan tetap menggelar release narkoba di tempat terbuka dan memajang para pelaku dalam kondisi kaki dan tangan dirantai.
Sebelumnya, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas di Bali yang selama ini fokus dalam berbagai kegiatan berkaitan dengan penanggulangan narkotika, mengkritik kebijakan Kepolisian Resor Kota Denpasar yang menggelar ekspose 23 orang pelaku penyalahguna narkoba di Lapangan Renon Denpasar.
“Meskipun dalam pernyataannya Kapolresta mengatakan hal itu untuk mendorong efek jera dan juga sebagai bentuk kegiatan penyuluhan kepada masyarakat agar waspada dengan penyalahgunaan narkoba, kami merasakan kekhawatiran yang cukup mendalam,” kata Erijadi Sulaiman, Koordinator Forum Rehabilitasi Napza Bali (FRNB) kepada awak media di Denpasar, Selasa (26/2/2019) lalu.
Menurut dia, dengan dipertontonkan kepada masyarakat saat moment Car Free Day di Lapangan Renon Denpasar, pihaknya khawatir karena secara tidak langsung akan membuat para pelaku menanggung beban malu seumur hidup serta mendapatkan stigma negatif atau mungkin diskriminasi. (agw)
BACA JUGA:  Diduga Lakukan Pencemaran Nama Baik, Pemilik Akun Fb "CA" Dilaporkan ke Polda Bali