Masyarakat Pertanyakan Penemuan Bong saat Ratusan Petugas Gabungan Obok-obok LP Kerobokan

Petugas gabungan saat melakukan sweeping di LP Klas IIA Kerobokan (foto : ist)
Beritabalionline.com – Penemuan 5 buah bong (alat hisap sabu) serta barang lain di dalam kamar yang dihuni warga binaan Lapas Klas IIA Kerobokan saat ratusan petugas gabungan dari Polri, TNI, BNNP Bali dan institusi lain menggelar sweeping di LP Kerobokan, memunculkan beragam komentar masyarakat.
Salah satu warga Denpasar bernama Nyoman Murya mengaku heran dengan banyaknya temuan barang di dalam Lapas Kerobokan. Padahal yang ia ketahui, penjagaan di pintu masuk Lapas terbesar di Bali tersebut sangat ketat.
“Heran juga bagaimana bisa masuk, apa penjaganya tidak melihat ada orang bawa televisi atau barang-barang lain ke sana. Kalau melihat, kenapa dibiarkan?” kata, dengan nada penasaran saat ditemui, Minggu (3/3/2019) di Denpasar.
Namun demikian lanjutnya, ia memberikan apresiasi kepada aparat terkait yang sudah berupaya melakukan sweeping di LP Kerobokan lantaran selama ini tempat tersebut ditengarai menjadi sarang peredaran narkoba.
“Semoga akan terus ada razia, biar peredaran dan pengguna narkoba di Bali bisa berkurang. Kalau sekarang kan katanya masih banyak,” kata Murya, sembari tersenyum.
Sebelumnya Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Bali, Slamet Prihantara menyatakan, dengan ditemukan 5 buah bong di kamar warga binaan menjadi catatan tersendiri bagi Kemenkumham Bali.
“Langkah-langkah yang akan dilaksanakan, terutama Pak Kalapas, apabila terindikasi karena ditemukan bong, kami tidak akan pandang bulu, mau oknum petugas maupun warga binaan, sudah tidak ada ampun lagi. Kami juga minta kepada pihak kepolisian meneliti. Dan ini salah satu upaya kami dalam memerangi narkoba di Lapas Kerobokan,” ucapnya usai sweeping, Jumat (1/3/2019) malam.
Prihantara menambahkan, dengan kondisi LP Kerobokan yang sudah over kapasitas, di mana saat ini dihuni sebanyak 1.635 warga binaan (tahanan dan narapidana) yang idealnya dihuni 332 warga binaan, mau tidak mau pihaknya harus bekerja sama dengan institusi lain dalam melakukan pengawasan, termasuk mencegah peredaran narkoba di dalam Lapas.
“Inilah keterbukaan kami di Lapas Kerobokan, tentunya kami juga mohon suport dari seluruh unsur, baik itu aparat keamanan dan penegak hukum. Perlu kami sampaikan bahwa Lapas Kerobokan yang sedemikian overload, siap untuk melaksanakan Lapas yang bebas narkoba, serta wilayah bebas korupsi (WBK). Artinya, seluruh komponen di sini, sesuai amanat Undang-undang dan perintah pimpinan, harus memberikan pelayanan kepada masyarakat secara maksimal, baik dalam segi teknis pembinaan maupun lainnya,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan menerangkan, razia dengan menerjunkan sebanyak 902 personel gabungan digelar lantaran selama ini pelaku narkoba baik para pengedar, kurir maupun pengguna kerap mengatakan memperoleh barang dari narapidana LP Kerobokan.
“Kita ingin membuktikan karena selama ini para tersangka yang ditangkap mengaku memperoleh barang dari napi LP Kerobokan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kalapas Kerobokan,” tegas Kapolresta.
Sayang selama dua jam lebih mengobok-obok sebanyak 122 kamar dari 15 blok yang dihuni warga binaan (tahanan dan narapidana), dapur dan ruang rehabilitasi, petugas hanya menemukan 5 buah bong (alat nyabu), sebuah televisi, satu buah DVD, enam buah gunting, delapan buah alat-alat kerja, dua buku tabungan dan barang lain diluar narkoba.
“Sasaran utama dalam razia ini adalah mencari narkoba, tapi kita hanya menemukan bong saja. Tidak ada sabu dan narkotika lain, ini sekaligus membuktikan bahwa di Lapas tidak ada narkoba. Namun demikian kita akan tetap melakukan pengawasan dan akan terus melakukan razia di dalam Lapas,” ucap Kapolresta Denpasar. (agw)
BACA JUGA:  Sekda Bali Ajak Kabupaten dan Kota Bersinergi Jaga Pintu Masuk Bali