Lupa Cabut Charger Handphone, Rumah Warga di Tabanan Ludes Diamuk Si Jago Merah

Rumah warga yang terbakar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Kebakaran melanda rumah seorang warga yang berada di wilayah Banjar Subamia Kelong, Desa Subamia, Kecamatan Tananan, Kabupaten Tabanan. Dalam peristiwa tersebut, pemilik rumah bernama I Gusti Nyoman Sutawan (45) mengalami kerugian sekitar Rp200 juta.

“Saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena anak korban bernama Gusti Made Muliyaana berangkat sekolah, sedangkan korban dan istrinya bekerja di Denpasar,” terang Kapolsek Tabanan Kompol I Wayan Nuriata ketika dikonfirmasi, Minggu (3/3/2019).

Dugaan sementara penyebab kebakaran yang berlangsung, Sabtu (2/3/2019) sekitar pukul 11.30 Wita ini berasal dari alat charge handphone di salah satu kamar rumah korban. Pasalnya, polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan charger handphone masih terhubung ke stop kontak listrik dan terlihat bekas terbakar.

Peristiwa kebakaran sendiri pertama kali diketahui salah seorang keluarga korban bernama Gusti Ayu Putu Sumerti (66). Saksi yang saat itu mengaku tengah membuat banten di dapur melihat asap muncul dari atap rumah korban.

Polisi mencabut charger handphone yang menempel di stop kontak listrik saat lakukan olah TKP (foto : ist)

Saksi yang tinggal di sebelah rumah korban awalnya mengira asap tersebut berasal dari pembakaran sampah. Lantaran tidak ditemukan orang membakar sampah, saksi kemudian mengecek kamar tidur yang ditempati Gusti Made Muliyaana, anak korban. Di sana saksi langsung berteriak karena terkejut melihat api sudah membesar.

Warga yang mendengar kemudian datang dan membantu berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sementara Kelian Banjar Subamia Kelong, I Nengah Suharta langsung menghubungi Damkar Tabanan. Sekitar 30 menit melakukan penanganan, dua unit mobil Damkar Tabanan berhasil memadamkan api.

Sementara itu, Gusti Made Muliyaana yang dimintai keterangan juga mengaku bahwa sewaktu meninggalkan rumah untuk berangkat sekolah, ia hanya mencabut handphone dan meninggalkan charge diatas meja dalam posisi masih tersambung ke stop kontak listrik.

BACA JUGA:  Sambut IMF-World Bank, 70 Desa Ikut Meriahkan Festival Desa Wisata

“Di TKP terdapat dua rumah rumah yang ditempati oleh dua kepala keluarga. Rumah milik korban yang terbakar memiliki tiga kamar tidur, dan salah satu kamar tidur ditempati oleh Gusti Made Muliyaana, anak korban yang nomor dua. Disanalah diduga merupakan sumber api,” jelas Kapolsek. (agw)