Ratusan Personel Gabungan Obok-obok LP Kerobokan, Temukan Alat Pengisap Sabu

Berbagai barang bukti milik warga binaan disita petugas saat menggelar sweeping (foto : ist)
Beritabalionline.com – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Kerobokan, Jalan Tangkuban Perahu, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung mendadak tegang. Ratusan polisi bersenjata laras panjang bersama aparat TNI serta petugas BNNP Bali merangsek masuk ke dalam LP terbesar di Bali tersebut.
“Tujuan kami untuk melakukan sweeping. Sasaran kegiatan yakni mencari narkoba serta barang terlarang lainnya,” kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan kepada wartawan di depan Lapas Kerobokan, Jumat (1/3/2019) malam.
Kombes Ruddi menerangkan, razia dengan menerjunkan sebanyak 902 personel gabungan tersebut digelar lantaran selama ini pelaku narkoba baik para pengedar, kurir maupun pengguna kerap mengatakan memperoleh barang dari narapidana LP Kerobokan.
“Kita ingin membuktikan karena selama ini para tersangka yang ditangkap mengaku memperoleh barang dari napi LP Kerobokan. Kegiatan ini juga didukung penuh oleh Kalapas Kerobokan,” tegas Kapolresta.
Selama dua jam lebih mengobok-obok sebanyak 122 kamar dari 15 blok yang dihuni warga binaan (tahanan dan narapidana), dapur dan ruang rehabilitasi, petugas hanya menemukan 5 buah bong (alat nyabu), sebuah televisi, satu buah DVD, enam buah gunting, delapan buah alat-alat kerja, dua buku tabungan dan barang lain diluar narkoba.
“Dari sasaran utama dalam razia yakni mencari narkoba, kita hanya menemukan bong saja, tidak ada sabu dan narkotika lain, ini sekaligus membuktikan bahwa di Lapas tidak ada narkoba. Namun demikian kita akan tetap melakukan pengawasan dan akan terus melakukan razia di dalam Lapas,” ucap Kapolresta.
Sementara terkait penemuan 5 buah bong di dalam kamar yang dihuni napi, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Bali, Slamet Prihantara menyatakan jika hal itu menjadi catatan tersendiri bagi Kemenkumham Bali. Ia juga meminta petugas kepolisian menindaklanjuti temuan dengan melakukan penyelidikan.
“Terkait dengan temuan bong kami tidak akan pandang bulu, tadi sudah saya sampaikan kepada Kalapas, mau oknum petugas maupun warga binaan, sudah tidak ada ampun lagi, ini upaya kami dalam memerangi narkoba di Lapas Kerobokan,” ucap Prihantara.
Dalam razia yang juga melibatkan anjing pelacak ini, awak media dilarang ikut masuk dan disuruh menunggu di luar LP saat petugas melakukan penyisiran. Wartawan baru diperbolehkan masuk namun sebatas di aula Lapas tempat dikumpulkan barang bukti hasil sweeping. (agw)
BACA JUGA:  Polisi Periksa Dua Orang Diduga Pelaku Penusukan Pemuda Asal NTT