Dua Minggu Diburu, Pencuri Sepeda Motor Ditembak Buser Polsek Denbar

Pelaku saat diamankan di Polsek Denpasar Barat (foto : ist)
Beritabalionline.com – Berulang kali lolos dari kejaran petugas usai melakukan pencurian sepeda motor, Komang Parwata alias Kokak (32) akhirnya dibekuk Reskrim Polsek Denpasar Barat. Petugas terpaksa memberi hadiah timah panas lantaran pelaku melakukan perlawanan.
“Pelaku kita buru selama kurang lebih dua minggu. Ketika melihat kedatangan petugas yang akan menangkapnya, pelaku kabur. Setelah tembakan peringatan tidak diindahkan dan tetap melawan, pelaku terpaksa kita lumpuhkan,” ungkap Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes Nainggolan, Sabtu (2/3/2019) di Mapolsek Denpasar Barat.
Pengejaran terhadap pelaku berawal dari laporan pencurian sepeda motor di Jalan Pidada, Denpasar Utara pada awal bulan Februari 2019 lalu. Diduga pelaku beraksi menggunakan kunci palsu lantaran dari keterangan korban, motor miliknya diparkir dalam keadaan terkunci.
Dari hasil penyelidikan di TKP, petugas berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Selama dua minggu melakukan pengejaran, didapat informasi pelaku kerap terlihat di Jalan Batukaru, Denpasar Barat.
Saat pelakukan penyisiran, Selasa (26/2/2019) sekitar pukul 12.30 Wita, tim Opsnal Reskrim Polsek Denbar melihat pelaku tengah nongkrong tidak jauh dari kuburan Badung di Jalan Batukaru. Pelaku akhirnya dibekuk setelah sebelumnya ditembak karena melawan.
Hasil introgasi, pelaku mengakui telah mencuri sepeda motor di Pidada, Denpasar Utara dengan modus menggunakan kunci palsu. Pria yang tidak mempunyai pekerjaan tetap ini juga mengaku sebelumnya mencuri sepeda motor di Jalan Setiabudi gang Pura Kahyangan Alit Denpasar.
“Pelaku merupakan residivis dengan perkara yang sama di wilayah Polsek Denpasar Barat. Selain mengamankan pelaku, kita juga menyita barang bukti dua unit sepeda motor hasil kejahatan. Tersangka kita kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” terang Kapolsek. (agw)
BACA JUGA:  WN Rusia Tersangkut Kasus Narkotika Divonis Hampir Setengah Tuntutan JPU