BPBD Diminta Tetap Solid Tangani Kebencanaan di Bali

Sekda Bali Dewa Made Indra saat membuka Rakorda BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Bali . (foto : ist)
Beritabalionline.com – Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra membuka Rapat Kerja Daerah (RAKORDA) bagi BPBD Provinsi dan kabupaten/ kota se-Bali di Resto Apung Kedisan, Kintamani, Kabupaten Bangli, Sabtu (2/3/2019).

Dalam arahannya, Dewa Indra yang pernah menjabat Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali selama kurang lebih 7 tahun mengatakan bahwa Pemprov Bali memiliki entitas yang sama di bidang kebencanaan dalam memberi respon cepat kepada masyarakat dan setiap kejadian bencana yang terjadi.

“Saya sudah menanamkan pondasi yang kuat di BPBD, sudah membangun kultur yang baik dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan ini, pejabat sekarang tinggal meneruskan saja. Kita juga mempunyai SDM yang handal dan juga peralatan sarpras yang memadai, saya berharap itu bisa dimanfaatkan secara optimal,” kata Dewa Indra yang secara exofficio merupakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Lebih jauh dikatakan Dewa Indra, BPBD merupakan institusi yang relatif baru dibandingan dengan institusi lain. Namun seiring berjalannya waktu, BPBD sudah mulai dikenal oleh masyarakat luas.
“Saya selalu perintahkan lebih banyak berada di lapangan dan di tengah-tengah masyarakat. Lakukan respon cepat, dan jangan membuat dinding pembatas atau jarak dengan instansi lain dalam membentuk kultur kebersamaan dikarenakan kita tidak bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari intansi lain,” ucapnya.
Sementara Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali Made Rentin menerangkan bahwa Rakorda ini bertujuan untuk mensinergikan program strategis dan kegiatan, antara pusat (BNPB) dengan BPBD Provinsi dan BPBD Kabupaten/ Kota.
“Kami ingin memiliki kesamaan pemahaman dalam penanggulangan bencana, mengarah pada kesamaan gerak dan langkah dalam memberi layanan kepada masyarakat,” kata Made Rentin.
Rakorda sendiri terasa istimewa karena juga diikuti delapan BPBD dari luar Bali. Mereka berasal dari BPBD Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, BPBD Kabupaten Pacitan dan Kota Batu, Jawa Timur, BPBD Kota Kupang dan Kabupaten Sikka, NTT, serta BPBD Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo.
“Mereka adalah sahabat tangguh kami yang dulu sempat bersama-sama mengikuti diklat dan ToT kebencanaan di Pusdiklat BNPB di Bogor. Mereka hadir di Bali di samping untuk belajar beberapa keunggulan yang dimiliki Bali, juga ingin berbagi pengalaman sukses di daerahnya masing-masing,” ucap Rentin. (agw)
BACA JUGA:  Dua Warga Gianyar Dinyatakan Sembuh dari Infeksi Covid-19