Depresi, Putu Jayadi Nekat Gantung Diri di Pohon Mangga

Petugas memeriksa kondisi jenazah korban. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Masyarakat Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan digegerkan dengan peristiwa gantung diri yang dilakukan salah seorang warga setempat bernama I Putu Jayadi (35). Saat ditemukan tubuh korban masih tergatung di cabang pohon mangga.

“Lokasi korban mengakhiri hidup di sebelah selatan Sanggah Dadia yang ada di Banjar Dinas Kebon Kaja,” kata sumber di lapangan, Kamis (28/2/2019).

Sebelum ditemukan bunuh diri, Kamis (28/2/2019) sekitar pukul 05.00 Wita, korban diduga tengah dilanda persoalan. Informasi diperoleh, korban sempat mengaku tengah dicari banyak orang. Oleh orang tuanya bernama I Wayan Sudnya, korban lalu diantar ke Polsek Pupuan untuk melapor, Rabu (27/2/2019) sekitar pukul 10.00 Wita.

Ketika dimintai keterangan oleh petugas, jawaban korban tidak pernah nyambung sehingga petugas menyarankan agar korban diajak ke Psikiater atau dokter jiwa. Namun lantaran terkendala biaya, korban tidak jadi diperiksa dan langsung dibawa pulang.

Sampai di rumah, Wayan Sudnya tetap mengawasi kegiatan korban hingga pukul 24.00 Wita. Bahkan karena khawatir, Wayan Sudnya sempat mengajak korban tidur bersama namun korban tidak mau dan memilih tidur sendiri di dapur.

Esok harinya pukul 04.30 Wita, Wayan Sudnya mencari korban ke dapur tetapi korban sudah tidak ada. Hampir dua jam berkeliling, korban akhirya ditemukan namun dalam kondisi tergantung di cabang pohon mangga dengan menggunakan tali plastik warna biru sepanjang kurang lebih 60 centimeter.

“Korban diduga depresi berat sehingga membuatnya nekat mengakhiri hidup. Pihak keluarga sudah menerima atas kepergian korban, dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan,” ucap Kapolsek Pupuan, AKP IB Ketut Mahendra saat dikonfirmasi terpisah. (agw)

BACA JUGA:  PPTI Karangasem Latih Kader dan Sosialisasikan Penanggulangan Penyakit TBC