Butuh Ketegasan dan Keberanian, Gubernur Koster Janji Tuntaskan Persoalan TPA Suwung

Gubernur Koster (tengah) didampingi Wagub Cok Ace (kiri) dan Sekda Dewa Indra. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster berjanji akan menuntaskan persoalan menggunungnya tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Denpasar, dengan mengeluarkan regulasi dan menggandeng sejumlah perusahaan milik negara.

“Ini prioritas bagi saya dan harus selesai. Memang butuh ketegasan, keberanian, dan sinergi mengatasi TPA Suwung ini,” tandas Koster saat menyampaikan sambutan pada acara ‘Dialog Publik bertema Bali Darurat Sampah Plastik, Apa Solusinya?’ di Denpasar, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, sungguh memalukan jika TPA Suwung kondisinya tetap dibiarkan seperti sekarang di tengah posisi Bali sebagai destinasi wisata dunia.

“Apalagi keberadaan TPA tersebut di jalur strategis menuju bandara dan sejumlah kawasan wisata,” katanya dalam diskusi publik yang diadakan Kesatuan Mahasiswa Hindu Daerah Indonesia (KMHDI) Bali dan DPP Peradah Indonesia Bali itu.

Orang nomor satu di Bali itu mengaku sudah berbicara mengenai persoalan TPA Suwung dengan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan dan nantinya akan dibantu penyelesaiannya dengan menggandeng PT Waskita Karya dan Indonesia Power.

“Selain itu, saya juga sedang menyiapkan peraturan gubernur mengenai pengelolaan sampah dari hulu sampai hilir, sehingga sampah yang masuk ke TPA bisa jauh berkurang,” ujar Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali.

Sebelumnya terkait dengan upaya penanganan sampah, khususnya sampah plastik, Koster mengatakan telah menerbitkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

“Lewat pergub tersebut, saya mendapat pujian darimana-mana karena dikatakan sebagai gubernur yang paling peduli dengan lingkungan. Apalagi memang menjadi regulasi satu-satunya dan yang pertama untuk di tingkat provinsi di Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Rai Mantra Apresiasi Peluncuran Album "This is Bali Always Happy" di Tengah Pandemi Covid-19

Respons positif terhadap Pergub 97/2018 tersebut, lanjut Koster, juga hingga tingkat dunia internasional. “Oleh karena itu, ke depannya, kami akan meng-endorse lebih kuat kepada kelompok masyarakat agar pergub dapat dilaksanakan dengan lebih maksimal,” katanya.

Koster pun menyambut positif kegiatan diskusi publik yang diinisiasi oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu Daerah Indonesia (KMHDI) Bali dan DPP Peradah Indonesia Bali itu, karena hal itu merupakan bentuk dukungan terhadap implementasi Pergub 97/2018.

Sementara itu, Ketut Putra Bagawatra mewakili panitia kegiatan mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan gerakan bersih sampah plastik yang beberapa waktu lalu telah dilaksanakan di Pura Lempuyang dan Pura Agung Besakih, Kabupaten Karangasem.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, menurutnya sebagai bentuk tanggung jawab pemuda-pemudi di Bali terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi penerapan konsep Tri Hita Karana (keseimbangan atau hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, dan dengan lingkungan).

Pada akhir acara diskusi publik dilakukan penandatanganan “MoU” atau nota kesepahaman terkait pemberantasan sampah plastik antara Gubernur Bali dengan KMHDI dan Peradah Bali. (agw)