Toko Handphone Dibobol Pencuri, Pelaku Gasak 25 Handphone dan Kotak Penyimpanan Uang

Ekspose kasus pencurian handphone di Mapolsek Denpasar Barat (foto : Agung Widodo/Beritabalionline.com)

Beritabalionline.com – Toko penjual handphone bernama Oppo Shopp di Jalan Teuku Umar nomor 28, Denpasar Barat dibobol pencuri. Pelaku menggasak 25 buah handphone dan sebuah safety box yang di dalamnya berisi uang Rp8 juta.

“Kejadian tersebut mengakibatkan pemilik toko mengalami kerugian sebesar Rp121 juta,” terang Kapolsek Denpasar Barat AKP Johannes H. Widya Dharma Nainggolan saat ekspose kasus pencurian di Mapolsek Denpasar Barat, Senin (25/2/2019). Kasus pencurian baru diketahui karyawan toko, Kamis (14/2/2019) sekitar pukul 08.30 Wita.

Ketika tengah bersih-bersih dengan menyapu ruangan toko, salah satu karyawan melihat lemari tempat menyimpan handphone telah terbuka dan isinya hilang semua. Bukan hanya itu, safety box yang ditaruh di samping lemari handphone juga lenyap. Yang mengejutkan, tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan baik di pintu depan maupun jendela toko.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan oleh salah satu karyawan bernama Ni Luh Putu Ratna Sari (24) ke kantor polisi. Hasil penyelidikan serta rekaman CCTV di toko, terungkap jika pelaku pencurian merupakan mantan karyawan setempat bernama Veroo Stevanus Tampun Wprung alias Tivani (24) yang beberapa minggu sebelumnya berhenti bekerja.

Lima hari kemudian tepatnya, Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 14.00 Wita, pelaku akhirnya dibekuk di tempat kosnya di Jalan Mekar II nomor II Blok C Pemogan, Denpasar Selatan. Kepada polisi, pelaku mengaku sebelum melakukan aksinya sudah lebih dulu membuat kunci duplikat saat masih bekerja di tempat tersebut.

“Setelah membuat kunci duplikat tersangka keluar dari pekerjaannya. Karena sudah memahami situasi toko, dia kemudian masuk ke dalam toko ketika karyawan sudah pulang. Disana dia kemudian mengambil sebanyak 25 handphone. Satu handphone harganya ada yang Rp11 juta. Barang-barang tersebut kemudian dibawa menggunakan mobil sewaan,” jelas Kapolsek.

BACA JUGA:  Dianiaya Ojek Online, Karyawan Tiara Dewata Nyaris Tewas

Oleh pelaku, rencananya handhpone hendak dijual namun keburu ditangkap polisi. Sedangkan, uang Rp8 juta di dalam safety box hanya tersisa Rp606 ribu lantaran sudah digunakan untuk keperluan sehari-hari. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti sebanyak 25 handphone, sebuah safety box, uang tunai Rp606 ribu, mobil yang digunakan mengangkut handhpone, serta sebuah kunci duplikat.

“Pelaku kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara,” ucap Kapolsek. (agw)