Siswa yang Jatuh ke Jurang Sedalam 200 Meter di Nusa Penida Belum Ditemukan

Upaya pencarian siswa yang jatuh ke jurang di Nusa Penida oleh tim SAR (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian terhadap seorang pelajar bernama I Made Chandra Udiana (16) yang jatuh ke jurang sedalam 200 meter di Desa Batumadeg, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung.

“Upaya pencarian terus dilakukan, hari ini tim Basarnas yang kita terjunkan masih seperti kemarin saat melakukan pencarian awal, yakni 11 personel,” kata PLT Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Made Junetra saat dihubungi, Senin (25/2/2019).

Sebelumnya, pelajar SMK Negeri 1 Nusa Penida tersebut menggelar kegiatan berupa kemah bersama teman-teman sekolahnya, Sabtu (23/2/2019) sekira pukul 22.30 Wita. Informasi diperoleh, kegiatan kemah sendiri bukan dari program sekolah melainkan inisiatif para siswa.

Dari keterangan teman korban bernama Angga (16), peristiwa naas berawal ketika setelah makan malam di tenda, korban bersama beberapa siswa termasuk saksi mencari kayu bakar. Dugaan awal lantaran di sekitar lokasi mencari kayu bakar gelap, korban tidak sadar berdiri di pinggir tebing perairan saren cliff Point.

Tak lama kemudian korban jatuh ke jurang sedalam 200 meter. Melihat korban jatuh, Angga langsung berlari memberitahu masyarakat setempat. Basarnas yang menerima laporan kemudian menerjunkan personil menuju lokasi kejadian.

Visibility yang kurang jelas dan tingginya tebing menyulitkan tim SAR melakukan upaya pencarian pada malam hari. Pencarian secara maksimal baru dapat dilaksanakan setelah pukul 06.00 pagi. Beberapa potensi SAR dan juga masyarakat ikut serta dalam melakukan upaya pencarian di lokasi jatuhnya korban.

Metode pencarian dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan menurunkan rescuer menggunakan Larkin Rescue Frame agar dapat memantau korban jika tersangkut di pepohonan di pinggir tebing, kedua dengan menurunkan personil melewati jalur manual menyusuri tebing.

BACA JUGA:  Pemkab Tabanan Gelar Simakrama dengan Guru Besar dan Tokoh Masyarakat

“Kita juga siagakan satu unit Rigid Inflatable Boat di perairan Batumadeg untuk memantau pergerakan rescuer dari atas tebing,” jelas Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan pertolongan Denpasar, IB Surya Wirawan yang memimpin langsung jalannya operasi SAR. Kendati berbagai upaya dilakukan, tim SAR baru menemukan pakaian korban yang tersangkut di pohon.

“Jika sampai hari ini korban belum ditemukan, baru dilakukan pergantian dengan personel yang lain,” terang Junetra. (agw)