Ngaku Anak Pemilik Usaha Spa, Wanita Muda Gelapkan Uang Perusahaan

Pelaku saat diamankan di Mapolsek Kuta Selatan (foto : ist)
Beritabalionline.com – Aksi nekat dilakukan Mifta Choirul Muslimah (20). Perempuan muda ini menggelapkan uang sebesar Rp9 juta setelah sebelumnya mengelabuhi karyawan spa yang berlokasi di Hotel New Kuta Condotel BPG, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
“Pelaku datang ke spa dan mengaku sebagai anak pemilik spa. Disana pelaku lalu minta uang. Karena percaya, karyawan setempat kemudian memberikan uang Rp3 juta kepada pelaku,” terang Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza kepada awak media di Mapolsek Kuta Selatan, Senin (25/2/2019).
Kasus ini terungkap ketika pemilik spa bernama Evi Neilis Regel mendatangi spa miliknya, Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 14.00 Wita. Pengusaha asal Samarinda, Kalimantan Timur ini kemudian mengecek pembukuan dan bertanya uang hasil usaha kepada kasir spa bernama Natasya Seril.
“Kasir spa yang ditanya bingung dan terkejut karena uang telah diberikan kepada Mifta, yang mengaku sebagai anak korban. Mendengar keterangan karyawan, korban lalu pulang ke rumahnya untuk mencari pelaku,” kata Kapolsek.
Tiba di rumahnya di Jalan Nuansa Timur VIII-6, Lingkungan Taman Griya Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, korban tidak menemukan pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah korban. Korban kian jengkel karena nomor handphone pelaku juga sudah tidak aktif.
“Sebelumnya pelaku juga sempat mengambil uang di tempat usaha milik korban yang lain. Total kerugian korban sebesar Rp9 juta,” jelas AKP Doddy Monza.
Polisi yang menerima laporan dari korban, Kamis (14/2/2019) kemudian melakukan penyelidikan. Informasi di lapangan, pelaku diketahui bekerja di percetakan dan photo copy di Jalan Ahmad Yani Utara nomor 232, Denpasar Utara.  Dan, pelaku akhirnya ditangkap di tempatnya bekerja, Sabtu (23/2/2019) sekitar pukul 17.00 Wita.
“Dari hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya. Uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli handphone merk Vivo, membeli kasur, membeli peralatan masak, membayar sewa kos selama dua bulan dan digunakan makan sehari-hari. Pelaku sudah kita tahan di Mako sambil menunggu proses hukum selanjutnya,” ucap Kanit Reskrim Iptu Andi M. Nurul Yaqin ketika mendamipingi Kapolsek. (agw)
BACA JUGA:  Ungkap 178 Kasus, Polisi Amankan 205 Orang Tersangka Selama Operasi Pekat Agung 2019