Pascakebakaran 3 Tahun Silam, Pasar Tradisional Terbesar di Pulau Dewata Beroperasi Kembali

Wajah Pasar Badung yang baru, pascakebakaran tahun 2016 silam. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Pembangunan Pasar Badung yang merupakan pasar tradisional terbesar di Pulau Dewata tersebut telah rampung dikerjakan. Pasar milik Pemeraintah Kota Denpasar itu akan soft launching pada Minggu (24/2/2019) pagi.

Untuk diketahui, pembangunan Pasar Badung ini bermula dari bencana kebakaran yang terjadi pada 29 Februari 2016 silam  dengan menghanguskan seluruh tempat berjualan dan material pedagang. Kini Pasar Badung memiliki 6 lantai terdiri atas 2 basement dan 4 lantai untuk berdagang, dengan total keseluruhan jumlah meja los sebanyak 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit.

Dengan rampungnya Pasar Badung, maka masyarakat kini dapat menikmati suasana belanja di pasar tradisional dengan sentuhan modern tersebut. Pasar ini dilengkapi beragam fasilitas tambahan yang memberikan kenyamanan bagi masyarakat untuk berbelanja.

Tidak hanya itu, Pasar Badung juga didukung fasilitas umum yang ramah disabilitas, ramah anak, ruang bermain anak, serta yang paling fenomenal adalah Taman Kumbasari Tukad Badung sebagai inovasi yang dirangkaiakan dengan Smart Heritage Market Denpasar.

Kadis PUPR Kota Denpasar, I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta saat dikonfirmasi, Sabtu (23/2/2018), menjelaskan bahwa pembangunan Tahap I yang menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan telah tuntas pada 21 Desember 2017 lalu. Dilanjutkan dengan pembangunan Tahap II yang menggunakan dana APBD Kota Denpasar yang telah tuntas pengerjaanya pada 28 Desember 2018 lalu.

“Seluruh pengerjaan fisik telah tuntas, dan kini Pasar Badung dapat ditempati kembali oleh para pedagang dan siap beroperasi seperti semula dengan beragam fasilitas tambahan seperti lift dan eskavator guna mendukung perkembangan Pasar Tradisional,” ujar Jimmy Sidarta.

Lebih lanjut dikatakan, dari pembangunan tahap I dan tahap II Pasar Badung yang telah tuntas ini total seluruh meja los saat ini sebanyak 1.450 unit ditambah jumlah kios sebanyak 290 unit. Setelah selesai dibangun Pasar Badung mampu menampung keseluruhan pedagang lama Pasar Badung yang berjumlah 1.698 pedagang dan akan beroperasi kembali pada Minggu (24/2/2019)ini.

BACA JUGA:  Bupati Mahayastra Hadiri Prosesi Rsi Gana di Museum Subak

“Pasar Badung kini telah menjadi salah satu Pasar Rakyat dengan sentuhan modern berstandar SNI dan bertaraf nasional, sehingga diharapkan masyarakat merasa nyaman berbelanja di Pasar Badung ini,” ujarnya.

Dirut PD Pasar Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengimbau kepada seluruh masyarakat dan steakholder terkait termasuk para pedagang agar senantiasa ikut menjaga  fasilitas yang telah tersedia di Pasar Badung.

Selain itu, Pasar Badung juga akan menerapkan sistem parkir berbasis teknologi da penerapan transaksi non tunai. Sehingga kedepan Pasar Badung ini dapat menjadi pasar kebanggaan masyarakat Denpasar yang memiliki daya saing.

 “Yang terus kami kembangkan dalam meningkatkan daya saing pasar tradisional adalah manajemen, fasilitas dan infrastruktur penunjangnya. Konsepnya modern, tapi prinsip dasarnya tetap berpedoman sebagai pasar rakyat,” demikian Kompyang Wiranata. (tra)