58 Tahun RSUD Sanjiwani Masuki Era Digitalisasi

Bupati Gianyar Made Mahayastra bersama Dirut RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa saat HUT ke-58 RSUD Sanjiwani.(foto:yesi).

Beritabalionline.com – RSUD Sanjiwani Gianyar kini memasuki usia ke-58 tahun. Berbagai terobosan dilakukan demi meningkatkan kualitas layanan terhadap masyarakat. Rangkaian perayaan juga dilaksanakan, donor darah, pemberian bantuan kepada lansia di desa binaan, perjanjian kerja sama antar RSUD dengan Disdukcapil Kabupaten Gianyar terkait akte kelahiran dan kematian, dan perjanjian RSUD Sanjiwani dengan TP PKK Kabupaten Gianyar mengenai pencegahan angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Gianyar.

Dirut RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa mengatakan, HUT ke-58 RSUD Sanjiwani hendak dijadikan momen untuk semakin membenahi pelayanan ke depan. Dalam momen istimewa ini juga dilakukan launching alat CT-Scan Multi Slice, yang kualitasnya hampir sebanding dengan MRI. ”Jadi alat pemindai ini sangat canggih, hanya Gianyar yang sudah menggunakan,” ucapnya dalam perayaan HUT RSUD Sanjiwani ke-58 di areal gedung RSUD Sanjiwani Gianyar, Sabtu (23/2/2019).

Lebih lanjut, dr.Upeksa mengatakan, alat seharga Rp 11 Miliyar itu berfungsi untuk mendeteksi kelainan pembuluh darah, tulang, dan kelainan jaringan ikat. Terkait biaya pengobatan, pasien cukup memanfaatkan tanggungan BPJS. Selain itu, juga ada penambahan fasilitas HD/Cuci Darah, dari awalnya 12 bed, kini menjadi 26 bed.

Tak hanya itu, kata dia, RSUD Sanjiwani berkomitmen untuk menyempurnakan pelayanan dengan sistem digitalisasi. Jadi, semua proses serba cepat dan akurat, hasil-hasil laboratorium juga langsung dikirim ke dokter untuk dianalisa. Rekam medik berbasis elektronik, dapat dipantau dokter melalui tablet. Layanan unggulan yang hanya ada di RSUD Sanjiwani berupa bedah onkologi dan vetomaternal yang berfungsi mendeteksi kelainan pada bayi yang beresiko tinggi.

“Kami akan terus berinovasi sesuai kebutuhan. Sejauh ini, masyarakat sangat puas dengan alur pelayanan RSUD yang tertata dengan baik. Hanya saja, keluhan masih terjadi seperti sistem rujukan penyakit non darurat untuk para pasien yang menggunakan fasilitas BPJS. Mereka harus melalui puskesmas terlebih dahulu, sebelum dirujuk kesini,”terangnya.

BACA JUGA:  Satpol PP Kota Denpasar Tipiring 4 Pelanggar Perda Ketertiban Umum

Bupati Gianyar Made Mahayastra berharap, derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Gianyar mencapai titik tertingginya. Dengan adanya pelayanan kesehatan yang optimal, tentu kesempatan pasien untuk sembuh menjadi lebih besar.”Hasil tinjauan saya bertemu pasien, rata-rata mengaku puas dengan layanan RSUD Sanjiwani saat ini, dan ini mesti dipertahankan ke depannya,”ucap dia. (yes)