Resmob Polresta Denpasar Tembak Pelaku Keprok Kaca Mobil Jaringan Palembang

Dua pelaku keprok kaca mobil jaringan Palembang ditangkap Resmob Polresta Denpasar (foto : Agung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Satreskrim Polresta Denpasar meringkus dua orang pelaku pencurian dengan modus keprok kaca mobil. Karena melawan, betis kaki kedua pelaku bernama Hendra Majid (51) dan M. Amin (30) ditembak petugas kepolisian.
“Dua orang ini merupakan pelaku keprok kaca jaringan Palembang, Sumatera Selatan. Modus yang dilakukan yaitu memecahkan kaca mobil menggunakan busi kendaraan. Setelah itu mereka mengambil barang-barang milik korban,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan saat ekspose kasus di Mapolresta Denpasar, Jumat (22/2/2019).
Untuk mengungkap kasus ini Tim Resmob Polresta Denpasar hanya butuh waktu kurang dari 5 jam. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari korban, I Made Sudaris (53) yang kaca mobilnya pecah dan barangnya hilang di depan Ruko Drupadi di Jalan Drupadi Seminyak, Kuta, Badung, Kamis (21/2/2019) sekitar pukul 12.30 Wita.
Peristiwa berawal ketika korban memarkir kendaraan di TKP untuk melihat proyek setelah mengambil di Bank BCA Kuta. Sekembali dari proyek, ia melihat kaca mobilnya sebelah kiri pecah. Korban kian panik lantaran tas laptop berisikan uang tunai, buku tabungan, alat tulis dan dokumen proyek yang ditaruh di jok belakang mobil hilang.
Polisi yang menerima laporan mendatangi TKP. Dari hasil penyelidikan di lapangan, petugas memperoleh ciri-ciri serta nomor polisi sepeda motor pelaku. Kedua pelaku akhirnya dibekuk saat bagi-bagi hasil kejahatan di dalam kamar kos di Jalan Pulau Galang, Denpasar Selatan sekitar pukul 16.00 Wita.
Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku sebelumnya telah membuntuti korban sejak korban keluar dari bank. Ketika korban meninggalkan barang di dalam mobil, pelaku langsung beraksi lantaran di seputaran TKP situasi agak sepi.
“Pelaku M. Amin bertugas menunggu di atas sepeda motor sambil mengawasi pelaku
Hendra yang sedang memecahkan kaca mobil. Setelah memperoleh hasil, keduanya langsung kembali ke tempat kos untuk bagi-bagi hasil kejahatan,” terang Kombes Ruddi.
Kedua pelaku bukan sekali ini saja beraksi dengan modus yang sama. Saat diperiksa, mereka mengaku pada bulan November 2018 pernah dua kali melakukan aksi keprok kaca di wilayah Denpasar Selatan dan Denpasar Utara, dan satu kali di wilayah Dalung, Kuta Utara, Kabupaten Badung.
“Sebelum masuk ke Bali para tersangka ini bermain (keprok kaca) di daerah Surabaya. Karena disana terus dikejar petugas, mereka pindah dan beraksi di Bali. Selain barang milik korban, kita turut amankan besi baut, sarung tangan, penutup muka dan sepeda motor yang dipakai pada saat beraksi. Atas perbuatannya, kedua pelaku kita kenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” jelas Kapolresta. (agw)
BACA JUGA:  Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan LP Kerobokan, BNNP Bali Amankan 0,5 Kg Sabu