Warga Diimbau Tidak Mengarak Ogoh-ogoh Bersimbol Ormas dan Tokoh Politik

Rakor pengamanan kegiatan perayaan Hari Nyepi Tahun Baru Caka 1941 di Polresta Denpasar (foto : ist)
Beritabalionline.com – Untuk keamanan dan kelancaran serta hikmatnya pelaksanaan hari Raya Nyepi tahun Caka 1941, Polresta Denpasar mengimbau agar ogoh-ogoh yang dibuat dan diarak oleh masyarakat saat pengerupukan hanya menyerupai Bhuta Kala, dan tidak menyerupai lainnya.
“Ogoh-ogoh diharapkan tidak menyerupai simbol Ormas, organisasi politik dan tokoh-tokoh terkenal baik tingkat daerah, nasional maupun internasional, namun ogoh-ogoh menyerupai Bhuta Kala,” kata Waka Polresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana saat rakor pelaksanaan rangkaian pengamanan kegiatan perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1941, Kamis (21/2/2019) di Ruang Pesat Gatra Polresta Denpasar.
Para peserta pengarak ogoh-ogoh tidak minum-minuman beralkohol (MIRAS) baik sebelum, pada saat dan setelah berakhirnya acara pengarakan ogoh-ogoh. Kemudian pengusung ogoh-ogoh wajib menggunakan busana adat Bali.
Para pengarak dilarang membawa senjata tajam, bahan peledak, kembang api, petasan, meriam bambu, dan sejenisnya yang dapat mengganggu keselamatan ketertiban umum maupun gangguan keamanan, menunjuk salah satu anggotanya untuk menjadi pimpinan atau penanggung jawab dan datanya diserahkan kepada Bhabinkamtibmas di desa masing-masing.
Prajuru Banjar Adat dan Desa Pekraman bertanggung jawab terhadap ketertiban, keamanan, dan kelancaran pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh di wilayahnya masing-masing serta mengerahkan para Pecalang dan masing-masing Desa Pekraman untuk melakukan pengamanan dan pengawasan.
“Sebelum diarak ogoh-ogoh ditempatkan di pinggir jalan raya agar tidak mengganggu arus lalu Iintas serta dalam pengarakannya memberikan prioritas terhadap pengguna jalan lainnya.¬†Apabila dalam pelaksanaan terjadi pelanggaran hukum dan merugikan orang lain, pihak kepolisian akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Waka Polresta.
Dalam rakor tampak hadir perwakilan Wali Kota Denpasar, perwakilan Bupati Badung, Kabag, Kasat dan Kapolsek Jajaran Polresta Denpasar, Danlanud Ngurah Rai, Dandim Badung, Dinas Perhubungan, Kementrian Agama, Ketua MMDP Kota dan Badung, Ketua FKUB Bali, Tokoh Agama se-Kota Denpasar dan Badung Selatan, Ketua Forum Pecalang Kota Denpasar, PLN, PHRI, serta Bendesa Adat se-Kota Denpasar dan Badung Selatan. (agw)
BACA JUGA:  Rai Mantra: Pasukan Tagana Kota Denpasar Siap Bantu Korban Gempa di Palu