Kendala Saksi, Bawaslu Bali Tak Registrasi Laporan Soal Pelanggaran Kampanye Gubernur Koster

Gubernur Bali Wayan Koster di acara Milenial Road Safety Festival. (foto : Merdeka.com)

Beritabalionline.com – Bawaslu Provinsi Bali tidak bisa meregistrasi laporan Tim Badan Pemenangan Prabowo-Sandi terkait dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster, yang mengajak generasi muda untuk memilih capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Karena salah satu syarat yang ditentukan, khususnya soal saksi tidak bisa terpenuhi, maka laporan dari tim Prabowo-Sandi tidak bisa kami register,” tandas anggota Bawaslu Bali Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, di Denpasar, Kamis (21/2/2019).

Menurut dia, sesuai mekanisme, maka Kamis (21/2/2019) pukul 16.00 Wita merupakan batas akhir kesempatan bagi pelapor untuk melengkapi syarat yang belum terpenuhi. Tetapi tim Prabowo-Sandi sudah datang sekitar pukul 12.00 Wita dan sudah menyatakan tidak bisa memenuhi syarat saksi yang telah ditentukan.

“Jadi, sesuai dengan ketentuan Peraturan Bawaslu No 7 Tahun 2018, maka sore atau malam ini kami akan pleno. Rapat itu akan membahas perkembangan status pelaporan dari pihak pelapor dan juga pembahasan kemungkinan membentuk tim investigasi,” terang mantan Ketua KPU Bali itu.

Mekanisme pleno tersebut, lanjut Raka Sandi, diminta atau tidak oleh pelapor tetap dilakukan Bawaslu karena memang begitu aturannya.

Sementara itu, Gede Ray Misno, selaku juru bicara Tim Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Bali mengakui cukup berat untuk mendapatkan saksi karena memang pihaknya tidak hadir ketika Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan ajakan memilih capres/cawapres nomor urut 01 pada acara “Milenial Road Safety Festival” yang digelar Polda Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, pada Minggu (17/2/2019) lalu.

“Saksi sulit kami dapatkan karena memang kami tidak ada di tempat. Kami mendapatkan fakta-fakta dari media sosial, media online dan berita koran.

BACA JUGA:  Gubernur Pastika Kukuhkan Siswa SMAN dan SMKN Bali Mandara Tahun 2018/2019

Meskipun faktanya dalam kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta, tetapi kalau dicari yang mau menjadi saksi, kami susah karena kami tidak berada di tempat,” bebernya.

Walaupun laporan dari pihaknya tidak bisa dilanjutkan pada tahap berikutnya karena tidak bisa diregistrasi Bawaslu Bali, Ray Misno berharap Bawaslu Bali dapat melalukan investigasi atas dugaan pelanggaran pemilu oleh Gubernur Koster.

Sementara itu, Yoga Fitrana Cahyadi dari Tim Advokasi Badan Pemenangan Prabowo-Sandi mengatakan sebelumnya sudah ada beberapa pihak yang menghubungi pihaknya untuk menjadi saksi, namun ternyata orang tersebut belum berusia 17 tahun atau tergolong belum cukup umur.

“Dalam UU Pemilu, saksi harus sudah cukup umur. Dikarenakan saksi di bawah umur, maka kami tidak bisa menghadirkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, karena pihaknya tidak bisa melanjutkan proses kelengkapan laporan, tetap mengharapkan Bawaslu Bali bisa melakukan investigasi internal sehingga perkara tersebut bisa terus berlanjut.

Sebelumnya dalam acara “Milenial Road Safety Festival” yang digelar Polda Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar pada Minggu (17/2/2019), Koster dalam pidatonya mengajak generasi muda atau generasi milenial di Pulau Dewata untuk memberikan kesempatan terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo.

“Saya mohon dukungan adik-adik milenial, setuju tidak Bapak Jokowi jadi Presiden. Ayo pilih Jokowi-Ma’ruf pada 17 April 2019, demi persatuan Republik Indonesia, demi Pancasila, dan demi Bhinneka Tunggal Ika,” pinta Koster di hadapan puluhan ribu generasi milenial di Pulau Dewata saat itu. (agw)