Dijanjikan Jadi Pegawai di RS Bali Mandara, Luh Putri Kena Tipu Rp175 Juta

Pelaku penipuan saat diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan (foto : Agung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Keinginan Luh Putri Ari Fianty (26) menjadi pegawai tetap di Rumah Sakit Bali Mandara kandas. Apesnya lagi, uang Rp175 juta miliknya amblas setelah ditipu mentah-mentah oleh pria bernama Ida Bagus Gede Baruna Prasetya (31).
“Gede Baruna mengaku bisa membantu korban bekerja di RS Bali Mandara, namun setelah korban menyerahkan uang, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi,” terang Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Nyoman Wirajaya di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (21/2/2019).
Peristiwa bermula ketika korban mendengar informasi ada lowongan sebagai tenaga medis di Rumah Sakit Bali Mandara. Bahkan setelah 2 tahun bekerja akan diangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara). Informasi tersebut rupanya hanya orang tertentu saja yang mengetahuinya.
Saksi lalu bicara terkait lowongan di RS Bali Mandara dengan temannya bernama Riki, pegawai di Rumah Sakit Wangaya Denpasar. Singkat cerita, Riki lalu memperkenalkan korban kepada pelaku yang juga menjadi pegawai di Rumah Sakit Wangaya Denpasar.
 
Melalui telepon, korban dijanjikan bisa bekerja di RS Bali Mandara oleh pelaku namun dengan syarat korban harus menyerahkan uang sebesar Rp175 juta agar bisa diterima. Pada tanggal 5 Januari 2018, korban dan pelaku bertemu di Kedai Ceret di Jalan Tukad Yeh Aya Panjer, Denpasar Selatan.
 Di sana korban menyerahkan uang sebesar Rp20 juta kepada pelaku sebagai uang muka. Dua minggu kemudian atau tepatnya, Sabtu (19/1/2018) korban diantar pacarnya bertemu pelaku di tempat yang sama.
Dalam pertemuan pelaku mengatakan bahwa SK korban sudah mau keluar dan tinggal tanda tangan. Sehingga korban disuruh melunasi uang sisa pembayaran sebesar Rp155 juta dan langsung dibayar oleh korban.
“Saat itu pelaku mengatakan jika tanggal 27 April 2018 surat pengangkatan akan keluar. Namun hingga lewat tanggal yang dijanjikan, SK tidak keluar. Dengan adanya hal itu korban menghubungi pelaku dan minta agar uangnya dikembalikan,” jelas Kapolsek.
Bukannya mengembalikan uang, pelaku kembali berulah. Ia lalu mempertemukan korban dengan seseorang bernama Ida Bagus Andika yang mengaku sebagai pegawai BKD. Andika kemudian menyuruh korban menyerahkan surat lamaran, foto copy Ijasah, KTP, transkrip nilai dan pas foto ukuran 4 X 6.
Beberapa hari kemudian, korban kembali bertemu dengan Andika di tempat yang sama untuk tanda tangan SK. Namun saat itu Andika mengaku belum menerima uang untuk pengurusan korban sebagai pegawai di Rumah sakit Bali Mandara. Terkejut, korban lalu menghubungi pelaku tapi nomornya sudah tidak aktif.
“Korban yang merasa ditipu kemudian melapor. Pelaku akhirnya kita tangkap tanggal 3 Februari 2019 sekitar pukul 01.30 wita, saat ia sedang merayakan ulang tahun pacarnya di daerah Kuta. Motif tersangka menipu yakni ingin menguntungkan diri sendiri,” jelas Kapolsek. (agw)
BACA JUGA:  Divonis 4 Tahun Penjara, Gadis Manis Asal Buleleng Menangis