Tipu Korban Ratusan Juta, Bhayangkari Gadungan Diciduk Polisi

Pakaian dan atribut yang digunakan Bhayangkari gadungan saat melakukan penipuan (foto : Agung W/Beritabalionline.com)
Beritabalionline.com – Seorang perempuan bernama Niswatun Badriyah (25) ditangkap Reskrim Polsek Denpasar Selatan usai melakukan penipuan. Tak tanggung-tanggung, akibat ulah pelaku, korban I Ketut Widyantara Udayana (19) mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
“Pelaku mengaku sebagi istri perwira Polri yang dinas di Polres Klungkung. Dia mengatakan bisa membantu meloloskan korban menjadi anggota Polri, sehingga orang tua korban memberikan uang kepada pelaku,” ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan saat ekspose kasus di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (19/2/2019).
Untuk melancarkan aksinya, janda beranak satu ini selalu memakai seragam Bhayangkari ketika menemui keluarga korban. Bahkan pelaku juga mengontrak di salah satu kamar rumah orang tua korban di Jalan Tukad Balian gang Depo No.3 Renon, Denpasar Selatan.
Kasus penipuan yang berlangsung sekitar bulan November 2017 silam bermula ketika korban tidak lulus saat mendaftar sebagai anggota Polri. Orang tua korban lalu minta tolong kepada pelaku, dan pelaku mengaku bisa membantu.
Dua minggu kemudian, pelaku mendatangi orang tua korban dan menyangupi akan membantu korban menjadi polisi sembari mengatakan bahwa “ada paket seharga Rp150 juta untuk langsung meluluskan korban menjadi polisi dan tidak ada biaya apa-apa lagi”.
Termakan bujuk rayu, korban dan ibunya tertarik dan menyanggupi biaya tersebut. Ibu korban lalu menyerahkan uang Rp150 juta secara bertahap dan dibuatkan surat pernyataan penerimaan uang oleh pelaku. Namun dengan berbagai alasan, perempuan berparas cantik ini kembali minta uang hingga totalnya mencapai Rp639 juta.
“Katanya uang tersebut digunakan untuk biaya pendidikan di SPN. Korban juga diberikan sepatu pantopel tinggi (sepatu PDL) yang mana sepatu tersebut akan digunakan di SPN nanti. Selain itu, korban juga disuruh membeli perlengkapan lainnya seperti kaos kaki, baju kaos, karet celana, dan disuruh mengukur lingkar kepala, dan baju,” jelas Kapolresta.
Namun setelah menerima uang ratusan juta, tanggal 12 September 2018 tiba-tiba pelaku berbicara kepada korban, “Tut lebih baik mbak kembalikan uangnya saja, biar keluargamu gak mikir yang negative-negatif tentang mbak”. Karena pelaku terus menerus berkata seperti itu, korban mengiyakan agar uang tersebut dikembalikan kepada korban.
Lantaran terus berjanji dan tidak ada kepastian kapan uangnya dikembalikan, orang tua korban kemudian melapor ke Mapolsek Denpasar Selatan. Berbekal identitas dan ciri-ciri pelaku, polisi yang melakukan penyelidikan memperoleh informasi jika pelaku berada di Sidoarjo, Jawa Timur.
Beberapa pekan kemudian, pelaku akhirnya ditangkap tim Buser Reskrim Polsek Denpasar Selatan saat ia berada di rumah keluarganya di Dusun Ginonjo, RT002/RW003, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/2/2019) siang.
“Semua apa yang dikatakan tersangka oleh korban merupakan fiktif dan korban tidak pernah menguruskan atau membantu korban menjadi seorang bintara polisi. Oleh tersangka uang yang diterima dari korban digunakan foya-foya dan memenuhi kehidupannya sehari-hari,” tegas Kapolresta. (agw)
BACA JUGA:  Tawarkan Satwa yang Dilindungi, Komang Winata Diciduk Polisi