Kodam IX/Udayana Intensifkan Latihan Pengamanan Tahapan Pileg dan Pilpres 2019

Latihan Gabungan Pengamanan Tahapan Pileg dan Pilpres 2019. (foto : ist)
Beritabalionline.com – Kodam IX/Udayana menggelar latihan pengamanan Tahapan Pileg dan Pilpres Tahun 2019. Latihan gabungan yang diinisiasi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan seperti terjadinya kerusuhan maupun bencana alam di saat pelaksanaan Pemilu.
“Pesta demokrasi Pileg dan Pilpres sudah di ambang pintu. Tidak dapat dipungkiri suhu politikpun semakin meningkat lebih-lebih seperti tahapan pemilu saat ini. Kondisi ini tidak menutup kemungkinan dapat terjadi gesekan-gesekan antara kandidat, tim sukses maupun pendukung yang dapat memicu konflik dan mengganggu jalannya tahapan pemilu,” kata Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, di Lapangan Praja Raksaka Kepaon Denpasar, Rabu (20/2/2019).
Materi latihan yakni dengan skenario penyanderaan terhadap Ketua KPU oleh kelompok bersenjata tak dikenal sebagai akibat dari rasa ketidakpuasan terhadap hasil penghitungan suara di salah satu TPS. Pangdam IX/Udayana lalu memerintahkan untuk melaksanakan pembebasan Sandera dengan Operasi Pembebasan Sandera yang dilakukan oleh Yonif Raider 900/SBW.
Sampai pada akhirnya sandera dapat di bebaskan dan dievakuasi ke tempat yang aman. Kemudian di sisi lain juga terjadi pengrusakan terhadap Kantor KPU oleh sekelompok massa sehingga dilaksanakan pengamanan oleh pasukan gabungan TNI, Polri dan BPBD untuk mengamankan dan mengevakuasi korban.
“Kegiatan ini merupakan model yang akan dilaksanakan pada saat proses pelaksanaan pemungutan suara Pileg dan Pilpres pada tanggal 17 April mendatang. Untuk itu dalam melaksanakan tugas di lapangan jaga soliditas dan sinergitas sehingga tidak ada permasalahan dan kita pasti mampu untuk melaksanakan tugas dengan baik sehingga Bali-Nusra tetap aman,” pesan Pangdam.Kepada unsur Komandan atau Pimpinan Satuan, Pangdam menekankan tentang teknik pengamanan dalam tugas perbantuan dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang. Kemudian kerawanan yang perlu mendapatkan atensi adalah kemungkinan terjadinya bencana alam disaat Pemilu dan penculikan perangkat KPU.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Dorong Percepatan Pembangunan Bandara Baru
“Apabila terjadi bencana yang menjadi tugas kita adalah mengevakuasi orang ke daerah yang relatif aman, namun untuk kotak suara jangan sampai disentuh apabila tidak ada petugas dari KPU maupun petugas yang berkompeten lainnya. Saya berharap dengan adanya latihan ini ada bekal pengetahuan bagi segenap anggota yang bertugas di lapangan, bila ada yang kurang jelas segera koordinasikan sehingga tidak ada kesalahan prosedur dalam pelaksanaan tugas,” pesan Pangdam. (agw)