Dekranasda Bali Minta Perajin Tingkatkan Inovasi Desain, Pronduksi dan Pemasaran

Dekranasda Bali beri pembinaan kepada Dekranasda Kabupaten Klungkung. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Bali meminta para perajin di daerah itu untuk terus meningkatkan inovasi dalam desain, produksi, dan pemasaran, sehingga industri kerajinan dapat menjadi sumber peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan terus lakukan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan perajin dalam bidang produksi melalui pembinaan teknik produksi, mutu, desain produk, dan manajemen usaha,” kata Wakil Ketua Dekranasda Bali Tjok Putri Haryani Ardhana Sukawati saat melakukan pembinaan ke Dekranasda Kabupaten Klungkung, di Semapura, Rabu (20/2/2019).

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pembinaan untuk meningkatkan produksi dan pemasaran serta memfasilitasi perajin untuk mendapatkan perlindungan hukum atas hak kekayaan intelektual berupa hak cipta dan desain.

Istri dari Wagub Bali itu menambahkan, keberadaan Dekranasda sebagai wadah pembinaan seni kerajinan dapat memberikan kesempatan usaha bagi masyarakat serta menyiapkan regenerasi sumber daya manusia/perajin yang unggul dalam menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan tradisi dan budaya bangsa.

“Kami pun mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perajin. Untuk mewujudkan hal ini, kita harus meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan skala global melalui pengembangan inovasi, kreativitas dan efisiensi,” katanya.

Selain itu, tambah Putri Haryani, para perajin harus bisa meningkatkan hubungan kemitraan dan kerajinan dengan lembaga nasional dan internasional di bidang industri kerajinan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Klungkung Ayu Suwirta menambahkan pemasaran masih menjadi kendala bagi para perajin di wilayah Klungkung.

Selain itu, banyak produk tiruan yang dijul di pasaran menyerupai hasil produk asli Klungkung seperti halnya kain endek dan tenun rangrang.

Untuk itu, ia berharap permasalahan seperti ini bisa teratasi agar eksistensi produk asli daerah bisa tetap terjaga.

BACA JUGA:  BI Temukan 1.497 Lembar Uang Palsu di Bali

“Selama ini, para perajin bisa melakukan produksi namun tidak lancar dalam pemasaran. Pemasaran masih menjadi kendala saat ini. Kami akan turun ke perajin untuk memastikan kualitas tetap terjaga,” ujar Ayu Suwirta. (itn)