Karangasem Hadapi Masalah Kesehatan

Wabup Wayan Artha Dipa saat memimpin Apel Disiplin di Lapangan Tanah Aron Amlapura. (foto:ist)

Beritabalionline.com – Dalam tiga tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem, Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengatakan Karangasem saat ini tengah menghadapi tantangan besar, yakni masalah kesehatan.

“Saat ini kita tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan, karena masih adanya penyakit menular seperti tuberkulosa, diare, demam berdarah atau DBD dan lain-lain,” ujar  Artha Dipa pada acara Apel Disiplin yang dihadiri seluruh anggota ASN dan kepala OPD terkait di Lapangan Tanah Aron Amlapura, Senin (18/2/2019).

Wakil Bupati Artha Dipa juga mengatakan meningkatnya kejadian penyakit tidak menular, seperti stroke, penyakit jantung, kanker dan diabetes, yang salah satu penyebabnya adalah adanya perubahan gaya hidup masyarakat saat ini. Oleh karena itu pemerintah dengan tidak henti-hentinya sela|u mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan mela|ui gerakan masyarakat hidup sehat atau disingkat Germas. Pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

Terkait kesehatan, Artha Dipa juga menekankan, sebagai aparatur pemerintah, kita harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk penerapan Germas ini dalam praktek sehari-hari. Contoh kecil saja misalnya dalam penyelenggaraan rapat-rapat di kantor masing-masing dengan mengurangi penggunaan snack berbahan tepung, gula dan minyak dan menggantinya dengan buah-buahan segar tentunya dengan cara penyajian yang dibuat lebih menarik.

“Selain itu, pada akhir-akhir ini kita dihadapkan pada keadaan cuaca ekstrim seperti hujan dan angin yang menimbulkan beberapa kejadian bencana seperti banjir, dan tanah longsor di beberapa tempat di Kabupaten Karangasem. Oleh karena itu kita harus selalu waspada dan menjaga serta memelihara kesehatan lingkungan kita,” ucap Artha Dipa.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak, pemerintah melaksanakan Program Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN yang dimulai per 1 Januari 2014, dimana pemerintah menargetkan pada Januari 2019 sekitar 95 persen penduduk Indonesia sudah menjadi peserta JKN. Hal ini untuk mewujudkan UHC (Universal Health Coverage).

BACA JUGA:  Main Handphone saat Hujan, 2 Buruh Tewas Disambar Petir

“Tercapainya UHC di Kabupaten Karangasem ini merupakan salah satu bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Karangasem saat ini dalam upaya mewujudkan masyarakat Karangasem yang sejahtera melalui pelayanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas,” tegas Artha Dipa.  (jab)