Gubernur Koster akan Libatkan Desa Adat Perangi Narkoba

Gubernur Wayan Koster saat menerima audiensi pengurus BERSAMA. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Gubernur Bali Wayan Koster akan melibatkan desa adat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di Bali. Hal ini disampaikannya saat menerima Badan Kerja sama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) di Kantor Gubernur Bali, Selasa (19/2/2019).

“Sebagai daerah pariwisata, Bali memang rentan dengan keberadaan narkoba. Namun saya sudah memiliki program pemberatasan narkoba yang melibatkan kepolisian, BNN dan masyarakat. Kami sudah menyiapkan sistem dan regulasi, termasuk melibatkan desa adat sebagai pilar pembangunan Bali,” kata Gubernur Koster.

Menurut Gubernur yang juga Ketua PDIP Provinsi Bali ini, desa adat memiliki perarem sebagai instrumen untuk membantu menghambat narkoba masuk ke desa. Ia juga memberi apresiasi langkah bersama membentuk ‘agen’ di masyarakat yang mencegah peredaran narkoba.

Sementara itu, Ketua Umum BERSAMA Mayjen Purn. IG Putera Astaman mengatakan, organisasi BERSAMA yang didirikan sejak 41 tahun lalu memang sudah berkomitmen dan bermitra dengan pemerintah dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba.

Putera Astaman yang menjabat kembali sebagai ketua umum setelah 20 tahun yang lalu mengaku situasi saat ini lebih berat ketimbang dulu. “Situasi beda dengan 22 tahun yang lalu. Sekarang benar-benar kita harus perang melawan narkoba,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, saat ini BERSAMA sudah membentuk organisasi di tingkat daerah termasuk di Bali. Program utama bersama adalah membentuk laskar pencegah narkoba.

“Kita perlu benteng. Laskar ini adalah orang orang yang sudah dilatih, berkomitmen dan tersebar di desa sekolah dan kampus. Untuk melaksanakan program tersebut, BERSAMA juga bekerjasama dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga serta Badan Kesbangpol,” demikian Putera Astaman. *agw

BACA JUGA:  Dinas Pertanian dan Peternakan Gianyar Larang Warga Pungut Anjing Liar