Akibat Tabrakan Beruntun, Tangan Sopir Mobil Boks Putus

Mobil boks yang mengalami tabrakan beruntun di Jalan Raya Jurusan Gilimanuk-Denpasar. (foto : ist)

Beritabalionline.com – Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Raya jurusan Gilimanuk – Denpasar. Akibat peristiwa tersebut, tangan kanan pengemudi mobil boks bernama I Putu Dery Artha Pariksa (24) putus setelah tergencet pintu mobil yang dikendarainya.

“Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Selemadeg. Karena lukanya parah, korban kemudian dirujuk ke BRSUD Tabanan,” terang petugas di lingkungan Polres Tabanan saat dimintai konfirmasi, Selasa (19/2/2019).

Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, kecelakaan lalu lintas yang berlangsung, Senin (18/2/2019) sekitar pukul 14.55 Wita ini berawal dari Putu Dery mengemudikan mobil boks dengan nomor polisi DK 8142 AC datang dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Tiba di TKP, tepatnya memasuki wilayah Banjar Soka kaja, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan atau di kilometer 43.400, warga Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung ini kemudian memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.

Diduga kurang konsentrasi, mobil yang dikendarinya melewati marka jalan sehingga menyerempet sebuah truk yang melintas dari arah berlawanan. Dalam keadaan oleng, Putu Dery kembali menyerempet mobil Suzuki Carry yang posisinya berada di belakang truk.

“Mobil boks tetap melaju dan menabrak pengendara sepeda motor. Setelah itu mobil boks baru berhenti di badan jalan dengan posisi serong hampir balik arah,” terang petugas.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Ida Ayu Made Kalpika Sari menduga jika kecelakaan lalu lintas secara beruntun ini akibat kelalaian sopir mobil boks.

“Yang mengalami luka hanya sopir mobil boks yakni tangan kanannya putus. Sementara pengedara sepeda motor bersama teman yang diboncengnya hanya mengalami luka ringan. Kesimpulan awal penyebab kecelakaan beruntun dikarenakan sopir boks kurang hati-hati saat membawa kendaraan,” demikian Kasat Lantas. *agw

BACA JUGA:  Tebang Pohon, Warga Petang Jatuh ke Jurang Sedalam 40 Meter