Polisi Periksa 4 Pelaku Terduga Kasus Pelecehan Seksual Siswi SMK

foto ilustrasi.
Beritabalionline.com – Polisi bergerak cepat menangani laporan dugaan kasus pelecehan seksual yang dialami seorang siswi SMK berinisial WA saat mengikuti training di sebuah restoran di seputaran Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan.
“Setelah kita dapat laporan dari korban, keempat terlapor langsung kita bawa ke kantor untuk dimintai keterangan,” kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Hadimastika KP saat dihubungi Koran Metro, Senin siang (19/2/2019).
Selain keempat terlapor, polisi juga telah meminta keterangan dari pelapor (korban) untuk pengembangan proses penyidikan. Meski demikian jelas Hadimastika, keempat terlapor baru dimintai keterangan sebagai saksi.
 “Mereka baru dimintai keterangan sebagai saksi, belum ada yang kita tetapkan sebagai tersangka,” terang mantan Kanit Reskrim Polsek Ubud ini.
Informasi yang diperoleh di lapangan menyebutkan, aksi pelecehan seksual berawal saat korban yang baru beberapa hari mengikuti training tersebut tengah istirahat dan makan malam bersama para terlapor di areal restoran, Selasa (12/2/2019) sekitar pukul 19.00 Wita.
Usai makan salah satu terlapor berinisial GG tiba-tiba menghampiri korban. Di sana GG kemudian memegang kedua tangan korban dari arah belakang sembari berkata kepada teman-temannya, “Yuk kita perkosa dia”.
Mendengar itu, terlapor NOD mendekat dan ikut memegang kedua kaki korban. Disaat korban tak berdaya, dua terlapor lainnya, yakni AN dan PMK langsung memegang dan memijat-mijat payudara korban.
“Awalnya korban hanya dijahili dan dibuat seolah-olah akan diperkosa. Tapi tindakan tersebut sudah mengarah ke perbuatan pelecehan seksual,” terang sumber.
Aksi bejat para terlapor berhenti ketika korban menangis. Bukannya meminta maaf, para pelaku justru tertawa sembari mengejek korban. Tak terima, esok harinya korban melaporkan pelecehan seksual yang dialaminya ke SPKT Polsek Denpasar Selatan. (agw)
BACA JUGA:  Jambret Handphone Mahasiswi, Resedivis Dibekuk Polisi