Plt Ketum PSSI Diperiksa Polisi Terkait Perusakan Barang Bukti

Joko Driyono diperiksa Polda Metro Jaya. (foto : Liputan6.com)

Beritabalionline.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa Pelaksanaan Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) PSSI Joko Driyono. Melalui kuasa hukumnya, Andru Bimaseta, Joko Driyono mengaku diperiksa bukan prihal pengaturan skor melainkan terkait perusakan alat bukti.

“(Pengaturan skor) tidak, pemeriksaan terkait penghancuran itu. Pengaturan skor tak ada kaitannya,” ujarnya di lokasi, Senin (18/2/2019). Jokdri sapaan Joko Driyono, datang ditemani dua kuasa hukum. Kata Andru, pihaknya akan menjelaskan soal dugaan tersebut kepada penyidik.

“Dokumen penghancuran itu nanti dijelaskan Kepolisian. Tadi belum ada pembicaraan terkait intelektual penghancuran itu, tapi hanya gambar secara keseluruhan denah kantor seperti apa karena ada kantornya Komdis di ruang itu. Jadi, digambarkan secara keseluruhan,” bebernya.

Lebih lanjut saat disinggung soal siapa aktor dari perusakan barang bukti, ia menegaskan kalau hal tersebut wewenang polisi.

“Pemeriksaan sebagai tersangka terkait penghancuran. Tapi untuk penetapan aktor intelektual penghancuran itu Kepolisian, bukan kita (yang menetapkan),” pungkas Andru.

Seperti diketahui, Kamis (15/2/2019) malam polisi menggeledah apartemen Joko di Taman Rasuna, Jakarta Selatan dan kantornya di PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Penggeledahan tersebut dilakukan atas dasar laporan polisi nomor: LP/6990/XII/2018/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 19 Desember 2018, penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel, dan penetapan Ketua PN Jaksel nomor: 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel.

Penggeledahan dilaksanakan oleh tim gabungan dari Satgas Antimafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya, dan Inafis Polda Metro Jaya yang disaksikan Joko Driyono dan keamanan apartemen.

Dalam penggeledahan itu, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa laptop beserta charger; sebuah iPad warna silver beserta charger; dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Kemudian buku tabungan dan kartu kredit; uang tunai (tidak disebutkan nominalnya); empat bukti transfer (struk); tiga handphone warna hitam; enam handphone; satu bandel dokumen PSSI; satu buku catatan warna hitam; satu buku note kecil warna hitam; dua flash disk; satu bandel surat; dua lembar cek kwitansi; satu bandel dokumen; dan satu tablet warna hitam. (itn)

BACA JUGA:  Papua Rusuh, Massa Bakar Gedung Dewan dan Kendaraan, serta Rusak Fasilitas Umum