Bawaslu Bali Sidangkan Kasus Dugaan Pelanggaran 3 Caleg dan 1 Calon DPD

Bawaslu Bali sidangkan dugaan pelanggaran caleg dan calon DPD. (foto : Antara)

Beritabalionline.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali mengadakan sidang putusan pendahuluan terkait dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan tiga caleg dan satu calon anggota DPD (senator) saat mengadakan pertemuan terbatas di Desa Sumberklampok, Kabupaten Buleleng.

“Temuan dan laporan yang diperiksa, begitu sudah memenuhi syarat formal dan material dilakukan sidang putusan pendahuluan. Setelah sidang putusan pendahuluan ini, maka akan dilakukan sidang pemeriksaan terhadap para pelapor, terlapor dan saksi-saksi,” kata anggota Bawaslu Bali Ketut Rudia usai menggelar persidangan di Denpasar, Senin (18/2/2019).

Tiga caleg dan satu calon senator yang dilaporkan telah melakukan dugaan pelanggaran administrasi yakni Ketut Ngurah Arya (caleg DPRD Buleleng dari PDI Perjuangan), dan I Gusti Ayu Aries Sujati (caleg DPRD Provinsi Bali dari PDI Perjuangan Dapil Buleleng).

Berikutnya adalah, I Ketut Kariyasa Adnyana (caleg DPR RI, dari PDI Perjuangan untuk Dapil Bali), dan Gede Lanang Darma Wiweka (calon anggota DPD).

Dalam proses pengawasan yang dilakukan Bawaslu Buleleng sebelumnya, keempat orang tersebut diketahui telah melakukan kegiatan kampanye yang dihadiri sekitar 200 warga dan sama sekali tidak menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada pihak kepolisian.

Kegiatan kampanye terbatas itu dilaksanakan pada 5 Februari lalu sekitar pukul 13.40 -14.45 Wita di Balai Banjar Adat Sumberbatok, Desa Sumberklampok, Buleleng.

Padahal sesuai ketentuan, peserta pemilu dalam melakukan kegiatan kampanye itu harus menyampaikan pemberitahuan kepada kepolisian, kemudian setelah diterima surat itu ditembuskan pada KPU dan Bawaslu.

“Dalam proses pengawasan, itu (surat pemberitahuan kepolisian) yang tidak ada, sehingga oleh jajaran Bawaslu Buleleng ditemukan sebagai dugaan pelanggaran,” demikian Rudia. (itn)

BACA JUGA:  Seorang Remaja Putri di Denpasar Meninggal, Ibu Korban Sebut Anaknya Kena Santet